Go-Pena Baner

Saturday, 10 January, 2026

Hampir Satu Dekade Menjaga Bumi Serambi Madinah: Kombes Ade Permana Pamit dari Gorontalo

Responsive image
Kombes Pol Dr. Ade Permana, saat diwawancarai wartawan, Rabu (07/01/2026). (Foto : Rendi/Go-Pena)

Gopena.id — Waktu berjalan pelan ketika pengabdian dijalani dengan sepenuh hati. Setelah 9 tahun, 1 bulan, dan 25 hari menorehkan jejak tugas di Provinsi Gorontalo, Kombes Pol. Ade Permana akhirnya resmi berpamitan. Bagi Ade, Gorontalo bukan sekadar wilayah penugasan—ia menjadi rumah tempat kerja keras, pengabdian, dan nilai-nilai kemanusiaan diuji.

Ade memulai pengabdiannya pada 2016 sebagai Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Gorontalo. Dari meja penyelidikan hingga lapangan, ia belajar membaca denyut persoalan daerah. Setahun berselang, 2017, kepercayaan kembali datang: Kabag Binkar RoSDM Polda Gorontalo, posisi yang menuntut ketelitian dan kebijakan dalam mengelola sumber daya manusia kepolisian.

Lintasan kariernya terus berlanjut. 2018, Ade dipercaya memimpin Polres Boalemo, lalu 2019–2020 menjabat Kapolres Gorontalo. Pada fase ini, sentuhan kepemimpinannya dikenal tegas namun komunikatif—menguatkan penegakan hukum sekaligus membangun kepercayaan publik.

2021 membawa amanah baru sebagai Kabag Dalpers Ro Polda Gorontalo, disusul 2022 saat ia ditunjuk memimpin Polresta Gorontalo Kota. Di jantung ibu kota provinsi, Ade menaruh perhatian pada pembinaan masyarakat, respons cepat layanan kepolisian, serta kemitraan strategis dengan insan pers.

Puncak pengabdian datang pada 2025 ketika Ade diangkat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo. Dari pengungkapan kasus hingga penguatan profesionalisme penyidik, ia menutup bab pengabdian di daerah ini dengan catatan prestasi. Kini, babak baru menanti: ia dipilih sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Jemen Ops Itwasum Polri dalam rangka Dikbangti 2026.

Dalam keterangannya kepada media, Ade menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Gorontalo—terutama insan pers—yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi pengungkapan kasus dan kegiatan kepolisian. “Semoga apa yang telah dibangun bisa diteruskan,” ujarnya, seraya berharap program pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat tetap berkelanjutan.

Ia menutup perpisahan dengan doa sederhana namun bermakna: agar seluruh pihak senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT. Bagi Gorontalo, perpisahan ini bukan akhir, melainkan penanda bahwa pengabdian yang tulus selalu meninggalkan jejak—di institusi, di masyarakat, dan di ingatan. (Ren)


Share