Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Prof.Sukirman Rahim: TPA Regional Capai Ambang Batas Kapasitas

Responsive image
Pakar Lingkungan dari UNG, Prof. Dr. Sukirman Rahim saat menyampaikan refleksi akhir tahun 2025.(Foto : Pemprov)

PEMPROV - Refleksi ekonomi 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 29/12 juga mengangkat beberapa issue penting terkait dengan persampahan. Hal ini mengemuka dalam kajian pengelolaan sampah regional TPA Talumelito oleh Prof Sukirman Rahim.
Dari hasil kajian, point utama yang disampaikan adalah kapasitas Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional Talumelito yang saat ini hampir mencapai ambang batas kapasitas. “Bahkan terdapat sel yang dibangun dengan estimasi kapasitas hingga 7 tahun kedepan, saat ini terancam hanya berumur 1-2 tahun kedepan akan segera penuh akibat timbulan sampah yang cukup besar dari aktivitas masyarakat di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango” ungkap Prof Sukirman
Sukirman bahkan menyampaikan selain timbulan sampah yang cukup besar, maka pendeknya umur kapasitas TPA regional dipengaruhi oleh Tempat Pemrosesan sementara (TPST) 3R yang ada di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang tidak beraktivitas sesuai harapan. Akibatnya tidak ada pemilahan dan pemrosesan sampah sebelumnya dari lokasi kabupaten/kota, sehingga mempengaruhi laju penuhnya kapasitas sel TPA Regional.

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Dr Wahyudin Katili menyampaikan bahwa pada dasarnya kita tidak menyadari jika pertambahan penduduk, kemajuan ekonomi dan meningkatnya aktivitas sebenarnya berdampak pada meningkatnya angka timbulan sampah. “Itu sudah menjadi konsekuensi dari kemajuan pembangunan, tapi hendaknya kolaborasi penanganan harus ada.
Pemerintah provinsi akan berusaha meningkatkan kapasitas, tapi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo dan lebih khusus lagi di Kota Gorontalo harus melakukan proses pemrosesan dan pemilahan awal di TPST 3R. Langkah tersebut juga akan membentuk kemandirian masyarakat serta pemberdayaan dan optimalisasi daur ulang sampah” ungkap Wahyudin. (*)


Share