Limboto – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bergerak cepat memastikan kesiapan akomodasi menjelang perhelatan akbar Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Sebanyak 6.000 rumah warga yang tersebar di lima kecamatan mulai diverifikasi kelayakannya sebagai pemondokan (homestay) bagi puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
Langkah verifikasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, pada Jumat (8/5/2026). Secara simbolis, Bupati menempelkan stiker khusus pada rumah-rumah di Kelurahan Tenilo dan Bolihuangga, Kecamatan Limboto. Stiker tersebut merupakan tanda resmi bahwa hunian warga telah divalidasi oleh panitia daerah dan siap menerima tamu.
“Hari ini kita mulai turun langsung melakukan verifikasi dan pemasangan stiker pada rumah warga yang disiapkan sebagai homestay peserta PENAS,” ungkap Sofyan. Menurutnya, pemasangan stiker ini juga bertujuan mempermudah Liaison Officer (LO) dari provinsi lain saat melakukan survei lokasi bagi kontingen mereka.
Uniknya, kegiatan verifikasi ini tidak hanya fokus pada kelayakan bangunan. Didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus dan Ketua TP-PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, Bupati juga membagikan bibit hortikultura kepada para pemilik rumah pemondokan.
Pemerintah daerah menginstruksikan warga untuk segera menata pekarangan mereka. Dengan bibit yang diberikan, diharapkan lingkungan homestay tidak hanya rapi, tetapi juga terlihat hijau dan produktif saat menyambut ribuan peserta nanti.
Kecamatan Limboto menjadi fokus utama verifikasi tahap awal mengingat wilayah ini akan menjadi jantung aktivitas selama pelaksanaan PENAS berlangsung. Dengan target total 6.000 rumah yang telah didata sebelumnya, Pemkab Gorontalo optimis kebutuhan akomodasi bagi puluhan ribu tamu nasional dapat terpenuhi dengan standar kelayakan yang terjaga.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan akomodasi warga sebelum ribuan peserta dari berbagai daerah datang ke Gorontalo,” pungkas Bupati Sofyan.