PEMPROV – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Evi Hulukati, M.Pd, memimpin jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Rumah Jabatan Gubernur pada Rabu, 6 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi KPA untuk memaparkan kondisi terkini sekaligus meminta penguatan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka kasus HIV/AIDS di Bumi Serambi Madinah.
Dalam laporannya, Prof. Evi mengungkapkan kekhawatiran atas tren peningkatan kasus yang mencapai total 1.538 kasus hingga Maret 2026. Beliau merinci adanya penambahan 83 kasus baru hanya dalam kurun waktu lima bulan terakhir. "Data ini menunjukkan bahwa HIV/AIDS adalah ancaman nyata yang tidak bisa ditangani secara parsial. Diperlukan keberpihakan kebijakan, penguatan kelembagaan, dan dukungan anggaran yang memadai agar upaya penanggulangan berjalan efektif dan berdampak," tegas Prof. Evi.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail memberikan atensi serius terhadap isu-isu strategis yang disampaikan, termasuk hambatan edukasi dan masih kuatnya stigma di masyarakat. Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam dan akan memastikan seluruh instansi terkait bergerak bersama.
"Persoalan HIV/AIDS bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan kemanusiaan. Karena itu, pendekatannya harus kolaboratif dan berkelanjutan. Kita tidak boleh membiarkan para penyintas berjalan sendiri menghadapi stigma, sementara penularan terus terjadi karena kurangnya edukasi," ujar Gubernur Gusnar Ismail dalam arahannya.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai sasaran utama sosialisasi. Ia menginstruksikan agar pola komunikasi yang digunakan harus lebih adaptif dan menyentuh akar rumput. "Saya mendorong agar upaya sosialisasi lebih masif dilakukan, terutama kepada generasi muda, dengan pendekatan yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat. Pendidikan di sekolah dan lingkungan sosial harus menjadi benteng utama pencegahan," tambahnya.
Terkait permohonan penguatan regulasi dan anggaran yang diajukan oleh Prof. Evi, Gubernur menyatakan kesiapannya untuk mengevaluasi dukungan kebijakan melalui integrasi program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beliau sepakat bahwa KPA memerlukan dukungan yang lebih kokoh agar fungsi koordinasi dan pengawasan dapat berjalan maksimal.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana produktif tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat langkah nyata. Gubernur berharap melalui sinkronisasi program dan validasi data yang lebih akurat, angka kasus baru dapat ditekan dan layanan kesehatan bagi kelompok rentan di Provinsi Gorontalo dapat terus ditingkatkan. (*)