Go-Pena Baner

Wednesday, 06 May, 2026

Gusnar Ismail Dorong Revitalisasi Total Pangkalan Pendaratan Ikan di Desa Tongo dan Inengo

Responsive image
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau pabrik es di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Tongo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (6/5/2026). (Foto : Bahrian)

PEMPROV - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kondisi sejumlah Pangkalan Pendaratan Ikan yang terletak di pesisir pantai selatan. Lokasi utama yang menjadi fokus pemantauan adalah pangkalan di Desa Tongo Kecamatan Bonepantai serta Desa Inengo Kecamatan Kabila Bone di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Dalam kunjungan tersebut terlihat bahwa pangkalan di Desa Tongo sebenarnya telah memiliki pabrik es yang baru saja selesai diperbaiki pada awal tahun ini menggunakan dana alokasi khusus provinsi. Fasilitas tersebut sangat membantu para nelayan setempat untuk mendapatkan es balok dengan harga terjangkau guna menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan saat melaut. Namun keberadaan pabrik es tersebut belum didukung oleh sarana penunjang lainnya yang memadai.

Gusnar Ismail menegaskan bahwa kawasan tersebut memerlukan pembenahan secara menyeluruh. Selain keberadaan pabrik es, hal yang tidak kalah penting adalah penyediaan gudang beku serta mesin pemecah es. Ia juga menyoroti kondisi akses jalan masuk serta Tempat Pelelangan Ikan yang saat ini dalam keadaan terbengkalai. Bangunan pelelangan tersebut tampak mengalami kerusakan di berbagai sisi serta tidak memiliki aliran air bersih maupun sambungan listrik sehingga tidak lagi difungsikan oleh warga.

Kondisi ini menyebabkan para nelayan yang menyandarkan kapal mereka di pelabuhan tidak menjual hasil tangkapan di lokasi tersebut. Ikan ikan dari nelayan biasanya langsung dibawa oleh pengumpul menuju Kota Gorontalo karena ketiadaan fasilitas pasar yang layak di pangkalan asal. Terkait adanya pembagian kewenangan pengelolaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, Gusnar menilai hal tersebut bukan merupakan kendala mendasar asalkan kedua pihak mau bekerja sama membangun infrastruktur yang dibutuhkan.

Gubernur yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur pada masa kepemimpinan Fadel Muhammad itu melihat adanya aktivitas yang cukup tinggi di pelabuhan dengan banyaknya kapal yang bersandar. Oleh karena itu, pemerintah provinsi berencana mengajukan usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar mendapatkan dukungan anggaran pada tahun mendatang. Intervensi dari pemerintah pusat diharapkan dapat mencakup perbaikan akses jalan, rehabilitasi bangunan tempat pelelangan, serta pengadaan fasilitas pendingin yang lebih modern demi menghidupkan kembali ekosistem ekonomi perikanan di pesisir selatan. (*)


Share