Go-Pena Baner

Wednesday, 06 May, 2026

Runner-Up di Malaysia, Dilatih Legenda Timnas, Fadil Adam Buktikan Talenta Gorontalo Layak Huni Skuad Timnas BLISPI

Responsive image
Fadli Adam, Talenta muda dari ASB Gorontalo yang bersinar bersama Timnas BLISPI di Malaysia.

KUALA LUMPUR – Riuh rendah Stadion di Kuala Lumpur pada awal Mei ini menjadi saksi bisu perjuangan talenta muda Indonesia. Di tengah kepungan tim-tim kuat Asia dalam ajang Kuala Lumpur Cup (KL Cup) 2026, seorang remaja asal Gorontalo berdiri tegak dengan seragam Merah Putih. Ia adalah Muhammad Fadil Adam, sosok yang membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer dari kampung halaman bukan penghalang untuk menggapai mimpi internasional.

Fadil Adam, pelajar dari SMP Negeri 2 Kota Gorontalo, tidak sekadar berangkat untuk bermain bola. Sebagai satu-satunya wakil dari Provinsi Gorontalo di skuad Timnas Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLISPI) U-14, ia memikul harapan besar masyarakat Serambi Madinah di pundaknya.

Perjalanan Fadil di Malaysia terasa kian spesial karena ia berada di bawah asuhan langsung Okto Maniani. Sang legenda Timnas Indonesia yang dikenal dengan kecepatannya itu, kini menurunkan ilmu dan mental petarungnya kepada para pemain muda. Di tangan Coach Okto, Fadil Adam dan rekan-rekannya menjelma menjadi skuad yang ditakuti sepanjang turnamen yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 Mei tersebut.

Narasi pertandingan demi pertandingan dilalui dengan penuh peluh. Fadil, yang juga besar di bawah naungan Akademi Sepak Bola Gorontalo (ASG), memperlihatkan ketenangan dan teknik yang matang di atas rumput hijau Malaysia. Kedisiplinannya menjaga lini permainan menjadi salah satu kunci yang membawa Timnas BLISPI melaju hingga ke partai puncak.

Runner-Up yang Terasa Seperti Emas
Meski dalam partai final yang dramatis Timnas BLISPI harus puas menempati posisi Runner-Up, medali perak yang melingkar di leher Fadil terasa sangat berharga. Bagi seorang anak daerah, pencapaian ini adalah pernyataan bahwa talenta Gorontalo mampu berbicara banyak di level Asia.

"Setiap kali saya menyentuh bola, saya ingat orang tua, guru di SMPN 2, dan teman-teman di Akademi Gorontalo. Saya ingin membuktikan bahwa kita dari daerah juga bisa bersaing," ungkap Fadil dengan nada haru.

Inspirasi untuk Bumi Gorontalo
Keberhasilan Fadil Adam meraih posisi kedua di turnamen internasional ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ini adalah cerita tentang keberanian seorang pelajar yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Kepulangannya ke tanah air kini dinanti sebagai pahlawan olahraga bagi rekan-rekan sejawatnya. Fadil telah membuktikan bahwa dengan kerja keras di akademi lokal dan keteguhan hati, jalan menuju Timnas adalah sesuatu yang nyata, bukan sekadar angan-angan.

Dari lapangan kecil di Kota Gorontalo hingga stadion megah di Kuala Lumpur, Fadil Adam telah menuliskan babak pertama dari sejarah panjang karier sepak bolanya yang menjanjikan. Indonesia bangga, dan Gorontalo kini memiliki bintang muda baru yang siap bersinar lebih terang di masa depan. (Wan)


Share