Go-Pena Baner

Monday, 04 May, 2026

KKN Tematik UNG 2026 Berdayakan Warga Desa Bulota Monitoring Kualitas Air Danau Limboto

Responsive image
Kegiatan KKN Tematik UNG, Desa Bulota : Pemberdayaan Masyarakat dalam Monitoring Kualitas Air Danau Limboto

GORONTALO – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 di Desa Bulota melaksanakan program inti bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Monitoring Kualitas Air Danau Limboto”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 25–26 April 2026, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat.
Program diawali dengan pelatihan berupa pembekalan materi kepada masyarakat terkait teknik monitoring kualitas air. Materi disampaikan oleh Dr. Wiwin Rewini Kunusa, S.Pd., M.Si., dosen Jurusan Kimia sekaligus Kepala Laboratorium Kimia Fakultas MIPA UNG. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemantauan kualitas air secara berkala sebagai upaya menjaga kelestarian Danau Limboto.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Peserta pelatihan diajak melakukan pengukuran kualitas air di Danau Limboto, sehingga masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan monitoring secara mandiri.
Peserta kegiatan terdiri dari Aparat Desa Bulota, kepala dusun, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, remaja, hingga unsur kewilayahan lainnya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), yakni Dewi Diana Paramata, S.Pd., M.Pd dan Mulyani Zahra Paramata, S.T., M.T., serta dibuka langsung oleh Kepala Desa Bulota, Burhan Rachman, S.Sos.
Monitoring kualitas air dilakukan pada tiga titik stasiun yang mewakili tiga desa, yakni Desa Bulota, Desa Hutadaa, dan Desa Buhu. Hasil pengukuran menunjukkan nilai pH relatif stabil di kisaran 6,70–6,73. Untuk tingkat kekeruhan, Desa Bulota tercatat 26 NTU, Desa Hutadaa 31 NTU, dan Desa Buhu mencapai 257 NTU. Sementara itu, nilai Total Dissolved Solids (TDS) berkisar antara 257–274 mg/L.
Adapun parameter Dissolved Oxygen (DO) atau oksigen terlarut menunjukkan nilai 5,81 mg/L di Desa Bulota, 6,5 mg/L di Desa Hutadaa, dan 6,57 mg/L di Desa Buhu. Meski masih berada dalam batas aman, nilai DO ini diketahui mengalami penurunan dibandingkan hasil penelitian sekitar 10 tahun lalu.


Dosen Pembimbing Lapangan, Dewi Diana Paramata, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam menjaga kualitas lingkungan. Dengan pengetahuan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu melakukan monitoring kualitas air secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem danau.
“Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini penting agar upaya menjaga Danau Limboto tidak berhenti pada kegiatan KKN saja, tetapi terus dilanjutkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, DPL lainnya, Mulyani Zahra Paramata, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa hasil monitoring ini menjadi gambaran awal kondisi kualitas air saat ini.
“Hasil monitoring ini memberikan gambaran awal kondisi kualitas air Danau Limboto saat ini. Meski masih memenuhi baku mutu, ada indikator seperti oksigen terlarut yang perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dengan mengurangi limbah domestik yang langsung dibuang ke danau, sehingga kualitas air tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa kualitas air Danau Limboto masih memenuhi baku mutu air kelas III berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021. Artinya, air danau masih layak dimanfaatkan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, serta pengairan tanaman.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNG berharap masyarakat dapat lebih mandiri dan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya ekosistem Danau Limboto sebagai salah satu sumber kehidupan di wilayah Gorontalo. (Wan) 


Share