Go-Pena Baner

Friday, 01 May, 2026

Polemik IKA SMANSA GORONTALO Angkatan 2023, Ingatkan Pentingnya AD/ART

Responsive image
Deniss - Ketua Angkatan 2023 IKA SMANSA.

GORONTALO – Polemik kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Gorontalo kian memanas. Munculnya klaim “penyelamatan organisasi” sebagai dasar pembentukan kepengurusan baru di luar mekanisme Musyawarah Nasional (Munas) justru memicu kebingungan di kalangan alumni.


Narasi yang dibangun untuk membenarkan langkah tersebut dinilai menghadirkan paradoks. Pasalnya, tudingan bahwa Ketua Umum terpilih hasil Munas V Bandung, Rizal Engahu, tidak menjalankan amanah hingga menyebabkan kevakuman selama tujuh bulan, dianggap tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Sejumlah alumni mencatat, pasca menerima mandat dari forum tertinggi organisasi, Rizal Engahu telah memulai langkah kerja melalui program pembagian paket sembako Ramadhan.

Bantuan tersebut disalurkan kepada perwakilan alumni sebagai bentuk kepedulian awal sekaligus tanda bahwa roda organisasi mulai bergerak.


Di sisi lain, pihak yang mengklaim melakukan “penyelamatan organisasi” dengan membentuk kepengurusan baru justru menghadapi sorotan serupa. Setelah pelantikan yang mengacu pada legalitas perkumpulan versi Desember 2025, aktivitas organisasi dari kubu tersebut dinilai belum terlihat signifikan dalam kurun waktu cukup lama.


Kondisi ini memunculkan pertanyaan kritis di kalangan alumni. Jika pembentukan kepengurusan tandingan bertujuan menghindari kevakuman, maka minimnya aktivitas pasca pelantikan dinilai bertolak belakang dengan tujuan tersebut.
Selain itu, keberadaan Yayasan IKA SMANSA yang telah berdiri sejak 2014 dengan pengesahan resmi dari Kementerian Hukum dan HAM dinilai sebagai pijakan historis dan legal yang seharusnya menjadi rujukan bersama. Pembentukan wadah baru tanpa melalui mekanisme Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dinilai berpotensi memperdalam perpecahan di tubuh alumni.


Pada akhirnya, persoalan ini dinilai bukan sekadar tentang legitimasi kepengurusan, melainkan tentang konsistensi terhadap aturan main organisasi. Para alumni berharap seluruh pihak dapat kembali menjunjung tinggi konstitusi organisasi demi menjaga marwah almamater.
“Besar harapan saya agar kemelut ini selesai seiring berjalannya waktu dengan kembali pada jati diri organisasi yang benar. Sebagai alumni, keberpihakan saya bukan pada figur atau personal tertentu, melainkan pada aturan main organisasi yang harus ditegakkan seadil-adilnya. AD/ART bukan sekadar dokumen administratif, melainkan ruh organisasi yang harus dimaknai dan dijalankan secara tegak lurus demi menjaga marwah almamater tercinta,” ujar Deniss, Ketua Angkatan 2023. (*)


Share