Go-Pena Baner

Thursday, 23 April, 2026

FEB UNG Kupas Ketidakpastian Ekonomi Global dan Isu Lingkungan Lewat Kuliah Tamu Internasional

Responsive image
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG.

Gorontalo — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berwawasan global melalui kegiatan Guest Lecture bertema “Global Economic Uncertainty, Trade Dynamics, and Environmental Challenges”, yang digelar pada Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Thinzar Win dan Kabiru Hannafi Ibrahim, yang menyampaikan materi secara virtual kepada mahasiswa dan dosen FEB UNG.

Dalam pemaparannya, Thinzar Win menekankan bahwa ketidakpastian ekonomi global kini telah menjadi karakter utama dalam sistem ekonomi dunia. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dampak pandemi COVID-19, konflik geopolitik, hingga fluktuasi suku bunga global yang semakin sulit diprediksi.

Menurutnya, situasi tersebut memberikan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi, terutama di negara berkembang. Ketergantungan terhadap perdagangan internasional dan investasi asing membuat negara-negara emerging economies lebih rentan terhadap guncangan global, seperti penurunan arus investasi, pelemahan nilai tukar, hingga meningkatnya inflasi.

Sementara itu, Kabiru Hannafi Ibrahim mengangkat isu keterkaitan antara perdagangan internasional dan dampak lingkungan melalui konsep Pollution Haven Hypothesis. Ia menjelaskan bahwa negara maju cenderung memindahkan industri berpolusi tinggi ke negara berkembang yang memiliki regulasi lingkungan lebih longgar.

Ia juga menambahkan bahwa perdagangan barang berkontribusi terhadap peningkatan emisi dan polusi, sedangkan perdagangan jasa justru berpotensi menekan dampak lingkungan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih efisien.

Dekan FEB UNG, Raflin Hinelo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperluas perspektif global mahasiswa. Ia menegaskan bahwa isu ketidakpastian ekonomi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi memiliki implikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa dinamika ekonomi global berdampak langsung pada peluang kerja, stabilitas harga, hingga arah kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Irawati Abdul, menekankan pentingnya integrasi antara isu perdagangan dan lingkungan dalam kajian ekonomi modern. Menurutnya, pendekatan pembangunan berkelanjutan harus menjadi landasan dalam merespons tantangan global saat ini.

“Isu perdagangan tidak bisa dilepaskan dari dampak lingkungan. Mahasiswa perlu memiliki perspektif yang komprehensif agar mampu merumuskan solusi ekonomi yang berkelanjutan dan adaptif,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan dosen FEB UNG. Melalui guest lecture ini, FEB UNG menegaskan perannya dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman yang relevan terhadap tantangan ekonomi global di masa depan. (*)


Share