Go-Pena Baner

Thursday, 23 April, 2026

Polda Gorontalo Sita 1,95 Ton Sianida di Laut Sumalata Timur, Awak Kapal Dalam Pengejaran Polisi

Responsive image
Kombes Pol Devy Firmansyah (Biru) saat memperlihatkan beberapa sampel barang bukti saat konferensi pers. (Foto: Fazri/Gopena.id).


GORONTALO - Polda Gorontalo melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Gorontalo merilis temuan bahan kimia jenis sianida yang berhasil diamankan oleh personel Ditpolairud sejumlah 39 karung di perairan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara.

Puluhan karung sianida tersebut ditemukan di atas sebuah kapal yang terdampar pada Senin (13/4/2026).
 
Kepala Ditpolairud Polda Gorontalo, Kombes Pol Devy Firmansyah, memaparkan kronologi penemuan tersebut. Awalnya, masyarakat menemukan kapal jenis panboat atau anbot dengan nama lambung SAR 01-1824 yang terdampar di wilayah Kecamatan Sumalata Timur.
 
Saat warga berniat membantu, awak kapal terlihat gelisah dan berusaha menghindar. Ketika dilakukan pemeriksaan, di ruang muat (palka) kapal ditemukan sejumlah karung besar bertuliskan Atlas Super Group Fertilizer.
 
"Pada saat dilakukan proses evakuasi kapal oleh masyarakat, di palka itu ditemukan karung-karung. Isinya seperti butiran putih seperti batu, yang diduga adalah sianida," ujar Kombes Pol Devy, Kamis (23/4/2026).
 
Dari hasil pengamanan, petugas berhasil menurunkan total 39 karung dengan berat masing-masing karung mencapai 50 kilogram. Jika diakumulasikan, total berat barang bukti yang diamankan mencapai 1.950 kg atau 1,95 ton.
 
"Awalnya kami belum bisa memastikan, karena memang belum dilakukan uji laboratorium. Kemudian setelah sampel dikirim dan hasil keluar, dinyatakan itu adalah positif sianida," jelasnya.
 
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di gudang penyimpanan kepolisian untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.
 
Dalam kasus ini, polisi masih mengejar tiga orang awak kapal yang terdiri dari kapten dan dua anak buah kapal (ABK). Ketiga orang tersebut berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi dan hingga kini masih dalam pencarian.
 
Meskipun belum ada kepastian hukum, petugas mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa sianida tersebut berasal dari luar negeri, diduga dari Filipina. Dugaan ini didasarkan pada temuan barang-barang lain di dalam kapal yang berlabel produk impor.
 
Polisi kini masih mendalami jalur distribusi dan jaringan perdagangan bahan berbahaya tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian tindak pidana yang terjadi. (Fajri)


Share