Go-Pena Baner

Wednesday, 06 May, 2026

Resmi Sandang Gelar Doktor, Grace Mangosa Tawarkan Inovasi Pelayanan Perizinan untuk UMKM di Gorontalo Utara

Responsive image
Foto bersama, Dr. Grace Mangosa , S.Pd., M.Pd dengan para dewan penguji.

GORONTALO – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Grace Parlin D. Mangosa resmi menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Administrasi Publik, Pascasarjana UNG, Selasa (5/5/2026).

Di hadapan dewan penguji yang dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Mahludin Baruadi, MP, Grace memaparkan penelitian mendalam bertajuk "Model Implementasi Pelayanan Perizinan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) Bagi UMKM di Kabupaten Gorontalo Utara".  Tantangan Geografis dan Rendahnya LegalitasDalam narasinya, Grace mengungkapkan bahwa penelitian ini lahir dari kegelisahan terhadap rendahnya legalitas usaha di kalangan pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo Utara, meskipun jumlah unit usaha terus meningkat setiap tahunnya.  

Kondisi geografis Gorontalo Utara yang memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Gorontalo—mencapai 317,39 km—menjadi tantangan tersendiri. Jarak yang jauh dari pelosok desa menuju pusat pelayanan di Dinas PMPTSP, ditambah kendala akses internet dan keterbatasan pemahaman teknologi digital, membuat banyak pelaku UMKM enggan mengurus izin usaha.  "Pelayanan perizinan di Gorontalo Utara memiliki karakteristik unik karena lebih dari 75% wilayahnya adalah area pesisir dan kepulauan. Jarak tempuh yang jauh memakan waktu dan biaya operasional yang tidak sedikit bagi pelaku UMKM," papar Grace dalam keterangannya.  

Melalui kajian kualitatif yang menggunakan teori George Edward III (komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi), Grace menemukan bahwa faktor komunikasi atau sosialisasi menjadi kendala utama. Data penelitian menunjukkan sebanyak 75,64% pelaku usaha mengaku belum mendapatkan sosialisasi terkait kebijakan OSS RBA.  Sebagai solusi, Grace menawarkan sebuah pembaruan atau novelty berupa "Simpul GRACE". Model ini merupakan pengembangaan dari teori implementasi kebijakan dengan menambahkan aspek kelima sebagai pengikat antaraktor.  


"Simpul GRACE bertindak sebagai penggerak pelayanan berbasis wilayah. Model ini dirancang untuk mengisi kekosongan peran di tingkat kecamatan dan desa, sehingga sistem pelayanan menjadi lebih responsif, menjangkau, dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku UMKM," jelasnya.  
Sidang ini juga dihadiri oleh Dr. Yanti Aneta, S.Pd, M.Si, selaku Koordinator Program Studi Doktor Administrasi Publik sekaligus anggota dewan penguji. Dalam komentarnya, Dr. Yanti memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian promovendus.  "Penelitian yang dilakukan Dr. Grace Mangosa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam implementasi kebijakan di wilayah dengan karakteristik geografis yang sulit," ujar Dr. Yanti Aneta.

 
Dengan berhasil mempertahankan disertasinya, dihadapan Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP., Dr. Yanti Aneta, S.Pd, M.Si.
Promotor: Prof. Dr. Rauf A. Hatu, M.Si.  Co-Promotor I: Dr. Moh. Hidayat Koniyo, ST., M.Kom., Co-Promotor II: Dr. Udin Hamim, S.Pd., M.Si. Penguji Internal I: Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si. Penguji Internal II: Dr. Yanti Aneta, S.Pd, M.Si., serta  Penguji Eksternal: Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS (Guru Besar Administrasi Publik Universitas Brawijaya), Grace berhasil meraih gelar Doktor. Diharapkan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dapat segera diimplementasikan oleh Dinas PMPTSP serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo Utara demi mewujudkan UMKM yang berizin dan berdaya saing. (Wan)  
 


Share