GORONTALO – Tiga hari menjelang pelaksanaan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) yang diinisiasi oleh BPD HIPMI Gorontalo, persiapan panitia dilaporkan telah mencapai angka 90 persen. Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Mei mendatang di Gedung Azleya ini diprediksi akan menjadi momentum krusial bagi kebangkitan dunia usaha dan regenerasi pengusaha muda di Provinsi Gorontalo.
Agenda besar ini dipastikan memiliki daya tarik tersendiri dengan kehadiran Ketua Umum BPP HIPMI bersama empat Calon Ketua Umum (Caketum) yang akan bertarung di Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI mendatang, yakni Rey Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Antony Leong.
Kehadiran para tokoh nasional tersebut diharapkan mampu menyuntikkan semangat baru bagi para pengusaha di daerah. Selain jajaran elite HIPMI pusat, kegiatan ini juga dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, sejumlah kepala daerah, hingga pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Ketua Panitia FORBISDA, Erik Djafar, menegaskan bahwa saat ini seluruh tim panitia tengah fokus mematangkan detail teknis agar acara berjalan tanpa kendala.
“Kami sudah sangat siap menyambut seluruh tamu undangan dan peserta. Saat ini tinggal penyempurnaan beberapa teknis kecil. Yang spesial, kami juga melibatkan sejumlah UMKM lokal dalam FORBISDA ini,” ujar Erik saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).
Lebih lanjut, Erik menekankan bahwa FORBISDA bukan sekadar seremoni organisasi semata. Forum ini dirancang sebagai wadah strategis untuk menyuarakan potensi ekonomi Gorontalo dari berbagai sektor ke tingkat nasional.
“Ini adalah ruang kolaborasi. Kami ingin memperkuat semangat pengusaha muda untuk mendorong keberlanjutan ekonomi daerah. Dengan hadirnya tokoh-tokoh penting HIPMI nasional, kami berharap peluang investasi terbuka lebar dan jejaring bisnis pengusaha lokal semakin luas,” tambahnya.
Melalui FORBISDA ini, BPD HIPMI Gorontalo berupaya memperkuat posisi daerah sebagai wilayah yang memiliki daya saing tinggi dan siap tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. (*)