Go-Pena Baner

Friday, 08 May, 2026

Bedah Kebijakan Akuntabilitas Gorontalo Utara, Inovasi Model Feroja Antarkan Frenky Jantu ke Raih Gelar Doktor

Responsive image
Foto bersama Dr. Ferengky Reymond Jantu,M.Ap dengan para dewan penguji. Kamis (7/5/2026)

GORONTALO - Ruang ujian promosi Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo menjadi saksi lahirnya sebuah pemikiran besar dalam dunia tata kelola pemerintahan pada Kamis, 7 Mei 2026. Di hadapan para penguji, Frenky Reymond Jantu berhasil mempertahankan disertasinya yang bertajuk Evaluasi Kebijakan Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan di Kabupaten Gorontalo Utara. Pencapaian ini mengukuhkan dirinya sebagai Doktor dalam bidang Administrasi Publik yang siap memberikan kontribusi nyata bagi transparansi keuangan daerah.

Dalam paparannya yang meyakinkan, Frenky mengupas persoalan mendalam mengenai rendahnya angka penyelesaian temuan audit yang selama ini menjadi tantangan di daerah. Ia mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2024, capaian penyelesaian temuan kerugian keuangan di Kabupaten Gorontalo Utara baru menyentuh angka 32,59 persen. Menurutnya, hal ini dipicu oleh lemahnya komitmen pimpinan serta adanya ego sektoral di mana penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan belum dianggap sebagai prioritas utama bagi sebagian besar perangkat daerah.

"Rendahnya penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan dapat menjadi indikasi bahwa pemerintah daerah belum sepenuhnya berkomitmen dalam melaksanakan rekomendasi yang diberikan oleh pemeriksa," ujar Frenky dalam sesi presentasinya. Ia menambahkan bahwa tanpa adanya sanksi yang tegas dan payung hukum yang kuat bagi pihak ketiga, kerugian negara akan terus menjadi beban yang sulit dipulihkan.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Frenky memperkenalkan sebuah inovasi yang disebut Model Evaluasi Feroja. Model ini merupakan rekonstruksi cerdas dari kerangka evaluasi CIPP yang dikolaborasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process. Model Feroja dirancang untuk memberikan sistem evaluasi yang lebih objektif, terukur, dan mampu menentukan skala prioritas sehingga pemerintah daerah memiliki panduan yang jelas dalam menuntaskan setiap temuan pemeriksaan secara efektif.

Disertasi tersebut berhasil dipertahankan dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Prof. DR. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP, serta DR. Yanti Aneta, S.Pd., M.Si selaku Anggota dan Koordinator Program. Proses akademik ini juga dikawal oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. DR. Asna Aneta, M.Si, Prof. DR. Ir. Eduart Wolok, S.T., MT, dan Dr. Udin Hamim, S.Pd., SH., M.Si. Ketajaman analisis disertasi diuji lebih lanjut oleh Penguji Internal Prof. Dr. Rauf Hattu, M.Si dan Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, serta Guru Besar Universitas Merdeka Malang Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula, MS yang bertindak sebagai Penguji Eksternal guna memastikan kualitas riset berada pada standar nasional.
Sementara itu Koordinator Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si, memberikan apresiasi mendalam atas hasil penelitian ini. Ia menilai bahwa riset yang dilakukan oleh Doktor Frenky memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi birokrasi saat ini.

"Disertasi ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu administrasi publik, terutama dalam menghadirkan model evaluasi yang lebih andal untuk mendukung pengambilan keputusan. Kita berharap model Feroja ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kepatuhan dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam penyelesaian hasil pengawasan," pungkas Dr. Yanti Aneta. (Wan) 
 


Share