GORONTALO - Ribuan mahasiswa di Gorontalo menggelar demo besar-besaran di Jalan Nani Wartabone, Jumat (29/8/2025).
Massa aksi berjalan kaki sekitar dua kilometer dari gerbang utama kampus Universitas Negeri Gorontalo menuju Bundaran Saronde sambil membawa spanduk dan berorasi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan kepada DPRD Provinsi Gorontalo. Tuntutan ini lahir dari rasa kecewa mereka karena wakil rakyat dinilai lebih sibuk mengurus kepentingan sendiri daripada memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Salah satu yang disorot adalah tunjangan berlebihan bagi anggota dewan, terutama tunjangan perumahan. Menurut mahasiswa, fasilitas itu sangat kontras dengan kondisi masyarakat Gorontalo yang masih banyak hidup dalam keterbatasan.
Selain soal tunjangan, mahasiswa juga menyoroti proses legislasi. Mereka mendesak DPRD agar membuat aturan yang lebih terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat. Bagi mahasiswa, aturan yang tidak berpihak ke rakyat hanya akan semakin menjauhkan dewan dari fungsi utamanya sebagai wakil rakyat.
Tuntutan berikutnya adalah keterbukaan hasil kerja panitia khusus (pansus). Mahasiswa ingin ada laporan resmi yang bisa diakses publik.
Tidak berhenti di situ, isu lingkungan juga menjadi perhatian serius dalam aksi ini. Mahasiswa meminta DPRD untuk benar-benar mengawasi kerusakan alam.
Menurut mereka, jika DPRD tidak bertindak tegas, kerusakan lingkungan akan terus meluas. Dampaknya bukan hanya dirasakan sekarang, tetapi juga mengancam generasi muda di masa depan. Pembangunan berkelanjutan pun hanya akan menjadi slogan tanpa tindakan nyata.
Melalui aksi ini, mahasiswa ingin menegaskan bahwa suara mereka bukan hanya untuk kepentingan kelompok, melainkan untuk seluruh masyarakat Gorontalo. (Ren)