Go-Pena Baner

Saturday, 30 August, 2025

Sastra Daerah Tak Boleh Punah, Anak Muda Hidupkan Kembali Legedo

Responsive image
Generasi muda bersama Maestro Legedo, Rabu (27/8/2025).

GORONTALO - Duta Bahasa Provinsi Gorontalo merancang program Morameya: Merawat Sastra, Melahirkan Maestro sebagai upaya melestarikan sastra lisan Legedo yang kini semakin jarang dikenal generasi muda.

Legedo adalah salah satu bentuk sastra lisan berbahasa Suwawa yang dulu sering ditemui di ruang sosial masyarakat, namun kini mulai terancam punah.

Melalui program Morameya, sejumlah pelajar tingkat SMA/SMK di Gorontalo dilibatkan sebagai pelestari muda sekaligus calon maestro sastra lisan.

Sebanyak sembilan siswa dari tiga sekolah ditetapkan sebagai maestro muda Legedo. Dari SMK Negeri 1 Suwawa, ada Novaldi Bumulo, Imran Madina, dan Amanda Rahmatua Anggowa. Dari SMA Negeri 1 Kabila, ada Anggun Luadu, Putra Junior Djafar, dan Indrawanto Saputra H. Ismail. Sementara dari SMA Negeri 1 Suwawa, ada Dwi Zahra Daaliuwa, Agri Sunggungi, dan Delvira Najamudin.

Dalam pelaksanaannya, mereka telah melewati tahapan pembimbingan langsung oleh dua maestro sastra Legedo, yaitu Ibrahim Y. Nia dan Ponang Mantulangi. Kedua maestro ini akan menurunkan pengalaman dan pengetahuan mereka kepada generasi muda agar Legedo tetap hidup di tengah arus budaya modern.

Program Morameya sendiri resmi ditandai dengan pertunjukan perdana di gerbang utama Universitas Negeri Gorontalo pada Rabu, (27/8/2025).

Pertunjukan ini menjadi simbol dimulainya langkah baru bagi generasi muda dalam merawat dan memperkenalkan sastra lisan kepada publik.

Pemenang I Putri, Duta Bahasa Provinsi Gorontalo 2025, Prisilia Putri Naki, berharap program ini bisa menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

"Dari Morameya, saya berharap anak muda makin jatuh cinta dengan apa yang tumbuh di daerahnya. Karena kedaerahan bukanlah sesuatu yang usang atau kuno, tapi sesuatu yang bisa kita hidupkan kembali, kita rayakan, dan kita nikmati dengan cara kita sendiri—salah satunya sastra lisan," ujar Prisilia.

Senada dengan itu, Saiful Sunge yang juga pemenang I Putra Duta Bahasa Provinsi 2025, menegaskan bahwa Morameya juga menjadi wajah baru bagi Gorontalo untuk memperkenalkan Legedo kepada publik.

"Sebagai langkah awal dan wajah baru, Provinsi Gorontalo ingin menghadirkan Legedo sebagai pertunjukan jalanan yang sederhana, namun baru dan segar. Kami berharap para pelestari muda bisa membuat Legedo terus bernapas di kalangan generasi muda," ungkap Saiful.

Selain itu, program ini juga memberi ruang untuk mengenalkan para maestro sastra lisan Legedo yang selama ini menjaga ketahanan budaya tersebut.

Dengan begitu, generasi muda tidak hanya belajar tetapi juga bisa mengapresiasi karya maestro yang telah berjuang menjaga Legedo agar tidak hilang ditelan zaman.

Lebih lanjut, program Morameya akan menjadi program krida yang dibawa Saiful Sunge dan Pricilia Putri Naki pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2025 yang digelar September mendatang.

Keduanya berharap, lewat Morameya, sastra lisan Legedo bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di tingkat nasional. Dukungan dan doa pun mengalir agar Saiful dan Prisilia dapat memberikan yang terbaik, sekaligus mengharumkan nama Gorontalo di panggung nasional. (Ren)


Share