Go-Pena Baner

Tuesday, 20 January, 2026

Pengusaha Bone Bolango Dukung Gorontalo Jadi Daerah Istimewa

Responsive image
Hariyanto Tilome

GORONTALO – Pengusaha asal Bone Bolango, Hariyanto Tilome, yang akrab disapa Poken, menyatakan dukungannya terhadap wacana Gorontalo menjadi Daerah Istimewa. Dukungan tersebut didasarkan pada nilai historis dan perjalanan panjang Gorontalo dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Hariyanto Tilome yang juga dikenal sebagai owner Cleopatra menilai Gorontalo memiliki kekhasan sejarah yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain di Indonesia. Salah satu peristiwa penting yang menjadi dasar kuat adalah peristiwa bersejarah 23 Januari 1942, yang menandai perlawanan rakyat Gorontalo terhadap penjajahan dan menjadi simbol keberanian serta semangat kemerdekaan lebih awal.

“Gorontalo punya sejarah yang panjang dan besar. Peristiwa 23 Januari 1942 bukan hanya catatan sejarah, tetapi identitas dan kebanggaan rakyat Gorontalo yang patut diperjuangkan pengakuannya,” ujar Hariyanto.

Menurutnya, status Daerah Istimewa bukan sekadar simbol, melainkan bentuk penghargaan negara terhadap peran historis Gorontalo dalam perjalanan bangsa. Selain itu, status tersebut diyakini dapat mendorong percepatan pembangunan serta pelestarian nilai budaya dan sejarah daerah.

Dukungan terhadap wacana tersebut juga datang dari Ketua Satgas Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Harun Camaru. Ia menyatakan bahwa perjuangan menjadikan Gorontalo sebagai Daerah Istimewa merupakan aspirasi masyarakat yang lahir dari kesadaran sejarah dan identitas daerah.

“Gorontalo layak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Nilai sejarah, adat, dan perjuangan rakyatnya menjadi dasar kuat untuk memperjuangkan status Daerah Istimewa,” kata Harun.

Harun menambahkan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pengusaha dan petani, menunjukkan bahwa wacana ini bukan kepentingan kelompok tertentu, melainkan aspirasi bersama demi kemajuan Gorontalo ke depan.(*)


Share