BOALEMO, Go-Pena – Komitmen menjaga daya beli masyarakat kembali ditunjukkan Anggota DPR RI Dapil Gorontalo dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, melalui pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Paguyaman dan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi jawaban atas mulai naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Warga dari berbagai desa tampak memadati lokasi sejak pagi, menunjukkan tingginya kebutuhan akan stabilisasi harga di tingkat masyarakat bawah.
Rachmat Gobel menegaskan, intervensi semacam ini penting dilakukan pada momentum rawan inflasi seperti menjelang bulan puasa dan Idulfitri. Ia menyebut, langkah konkret lebih dibutuhkan dibanding sekadar wacana.
“Kalau harga mulai bergerak naik, kita tidak bisa diam. Harus ada tindakan langsung agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujarnya di hadapan warga.
Ia memastikan bahan pangan yang disediakan bukan sekadar tersedia, tetapi juga berkualitas. Bahkan, ia secara khusus meminta agar beras yang disalurkan kepada masyarakat merupakan beras premium.
Menurutnya, standar kualitas untuk rakyat tidak boleh dibedakan. “Kalau kita ingin menghormati masyarakat, maka berikan yang terbaik,” tegasnya.
Selain fokus pada kebutuhan jangka pendek, Rachmat Gobel juga memaparkan gagasan penguatan ekonomi berbasis desa melalui koperasi peternakan sapi. Ia menilai pola bantuan individu tanpa sistem berkelanjutan berisiko tidak memberi dampak jangka panjang.
Konsep yang ia dorong adalah peternakan terintegrasi berbasis koperasi dengan skala besar dan manajemen profesional. Dengan sistem tersebut, sapi tidak hanya dipelihara untuk dijual hidup, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti daging potong.
Model ini, menurutnya, membuka peluang pasar yang lebih luas bahkan hingga ekspor, sekaligus menciptakan efek berganda bagi ekonomi daerah.
“Kalau dikelola bersama dalam sistem koperasi yang kuat, manfaatnya bukan hanya untuk peternak, tetapi bisa menopang kebutuhan keluarga, pendidikan anak, sampai kesehatan,” ungkapnya.
Di sela kegiatan, ia juga menyatakan dukungan terhadap gerakan penanaman satu juta pohon bambu yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Selain sebagai upaya mitigasi bencana dan perubahan iklim, bambu dinilai memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Rachmat Gobel berharap sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat terus diperkuat agar program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata.
“Pasar murah adalah langkah cepat. Koperasi dan peternakan terintegrasi adalah langkah strategis. Kita ingin masyarakat kuat hari ini, dan mandiri di masa depan,” pungkasnya. (*)