Gorontalo – Milawaty Rahmat Kokalo resmi meraih gelar doktor pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2025, setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dynamic Governance dalam Program Pengembangan Iklim Penanaman Modal di Provinsi Gorontalo” di hadapan dewan penguji.
Disertasi ini menyoroti pentingnya tata kelola dinamis (dynamic governance) dalam meningkatkan iklim investasi di Gorontalo. Penelitian Milawaty menganalisis tiga aspek utama yaitu culture, capabilities, dan change, serta menawarkan gagasan baru berupa penguatan potensi lokal sebagai strategi meningkatkan daya saing daerah.
Dalam paparannya, Milawaty menjelaskan bahwa meskipun Gorontalo telah memiliki sejumlah inovasi layanan investasi seperti OSS dan SIIG_NG, masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran promosi, birokrasi yang belum sepenuhnya transparan, lemahnya kolaborasi lintas instansi, hingga rendahnya keterlibatan publik.
“Potensi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata di Gorontalo belum tergarap maksimal sebagai daya tarik investasi. Padahal, jika dikelola secara inovatif dengan pendekatan berbasis budaya lokal seperti nilai Huyula, Gorontalo bisa menjadi daerah tujuan investasi yang kompetitif dan inklusif,” jelas Milawaty dalam ujian terbuka.
Dari hasil penelitiannya, Milawaty menawarkan tiga langkah strategis:
1. Integrasi nilai budaya Huyula ke dalam kebijakan investasi, dengan mendorong partisipasi masyarakat serta kemitraan sejajar antara pemerintah, investor, dan warga lokal.
2. Insentif bagi investor yang memanfaatkan bahan baku lokal, merekrut tenaga kerja lokal, serta mengembangkan sektor berbasis potensi daerah.
3. Pemantauan dan evaluasi berkala terhadap dampak investasi agar benar-benar memberi kontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Promotor penelitian, Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si, menilai disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan tata kelola investasi daerah. “Dynamic governance yang ditawarkan Milawaty bukan hanya teori, tetapi sudah disesuaikan dengan realitas Gorontalo yang kaya potensi lokal. Ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan investasi ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Mahludin Baruwadi, MP, menyampaikan apresiasi atas capaian ini. Menurutnya, penelitian Milawaty tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberi solusi konkret bagi tantangan investasi di Gorontalo.
Kaprodi Doktor Administrasi Publik UNG sekaligus Co-Promotor II, Dr. Yanti Aneta, S.Pd, M.Si, menambahkan bahwa riset ini membuka ruang baru bagi pengembangan teori dynamic governance di tingkat lokal. “Disertasi ini menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan daerah tidak bisa hanya mengandalkan regulasi nasional, tetapi harus mengintegrasikan potensi dan nilai lokal. Inilah kekuatan utama penelitian Bu Milawaty yang relevan untuk Gorontalo maupun daerah lain,” ujarnya.
Adapun dewan penguji dalam sidang terbuka ini adalah:
Ketua : Prof. Dr. Ir. Mahludin H. Baruwadi, MP (Direktur Pascasarjana UNG)
Promotor: Prof. Dr. Asna Aneta, M.Si
Co-Promotor I: Prof. Dr. Fence M. Wantu, SH., MH
Co-Promotor II: Dr. Yanti Aneta, S.Pd, M.Si
Penguji Internal I: Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si
Penguji Internal II: Prof. Dr. Ismet Sulila, SE., M.Si
Penguji Eksternal: Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si (Universitas Negeri Makassar)
Dengan raihan ini, Milawaty Rahmat Kokalo resmi menyandang gelar Doktor Administrasi Publik, sekaligus menambah deretan akademisi Gorontalo yang berkontribusi dalam pembangunan daerah berbasis riset dan inovasi. (*)