UNG– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Stella Christie, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (11/2). Dalam kunjungan perdananya di kampus kerakyatan tersebut, Prof. Stella bertemu jajaran pimpinan dan para peneliti untuk mendengarkan langsung paparan berbagai riset inovatif unggulan yang telah dikembangkan UNG.
Dalam forum diskusi, Prof. Stella menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian penelitian yang dilakukan para akademisi UNG. Ia menilai, fokus riset berbasis pengembangan kawasan Teluk Tomini merupakan gagasan strategis yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Riset yang berorientasi pada pengembangan kawasan seperti ini adalah langkah yang luar biasa. Ini menunjukkan keberpihakan kampus terhadap kebutuhan daerah dan masyarakat,” ujar Prof. Stella.
Menurutnya, sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto, pembangunan bangsa ke depan harus bertumpu pada fondasi sains dan teknologi yang kokoh. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan keunggulan riset di setiap perguruan tinggi.
“Setiap kali saya berkunjung ke kampus, saya ingin mendengar langsung apa yang telah dikerjakan para peneliti. Dari situlah kita bisa melihat potensi dan arah pengembangan ke depan,” tambahnya.
Prof. Stella menilai, keunggulan UNG terletak pada fokus riset yang jelas dan konsisten, yakni pengembangan berbasis kawasan Teluk Tomini. Fokus tersebut dinilai selaras dengan semangat “Diktisaintek Berdampak” yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni menghadirkan riset yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menyambut hangat kunjungan Wamen Diktisaintek. Ia menyebut kehadiran Prof. Stella menjadi “booster” penting dalam memperkuat ekosistem riset di Gorontalo, khususnya di lingkungan UNG.
“Kehadiran Ibu Wamen di tengah para peneliti kami memberikan suntikan semangat baru. Ini akan mendorong kami untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset yang memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Amir. (*)