Go-Pena Baner

Wednesday, 11 March, 2026

Deprov Geram, Penukaran Uang Baru di Bank Kosong di FB Banyak

Responsive image
Ilustrasi Uang Baru. (Foto : Dok Go-Pena)

GORONTALO - (Go-Pena.id) - Menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, masyarakat tentunya banyak berburu uang baru atau yang lebih dikenal dengan uang lebaran. Ini memang menjadi tradisi bagi masyarakat di Indonesia termasuk di Provinsi Gorontalo. Namun, untuk mendapatkan uang baru, apalagi untuk saat sekarang ini, di Bank sudah tidak ada atau kosong. 
Ironisnya, di media social, khususnya di Facebook, itu berseliweran orang memposting penukaran uang baru, tentunya dengan Biaya Admin yang sudah ditetapkan. Biaya nya pun bervariasi, mulai dari sepuluh sampai dengan lima belas persen. Hal ini membuat anggota DPRD Provinsi Gorontalo sangat geram, bahkan berencana akan memanggil pihak Bank Indonesia perwakilan Gorontalo. 
"Saat ini banyak yang ingin menukarkan uang baru, tapi sangat sulit didapat. yang ada hanya Marak postingan tentang penukaran uang pakai admin sampai 15 persen. 
Anehnya di bank-bank penukaran uang sangat terbatas bahkan kosng. Tapi diluar marak penukaran pake admin. Darimana mereka dapat uangnya ? Apakah dari luar daerah, atau ada pihak bank yg turut terlibat ? Kalau memang ada pihak bank yang terlibat, ini jadi masalah serius. Patut ditelusuri lebih jauh," ujar Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Femmy Udoki. 
Bahkan, Femmy juga mengungkapkan hasil investagis yang ia lakukan, dimana aplikasi PINTAR yang menjadi sarana untuk penukaran uang itu dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.   
"Hasil investigasi sementara, aplikasi PINTAR memberi peluang kepada orang lain untuk bisa menukar uang sebanyak-banyak nya dengan cara mendaftarkan dengan menggunakan KTP yang berbeda, bahkan ada yg menggunakan KIA. 
Aneh kan, anak kecil umur 9 bulan sudah bisa nukar uang. 
Sekali daftar menggunakan 10 KTP bahkan lebih. Lumayan bisa dijual lagi, eh salah. Ditukar lagi pake admin 15 persen..
Pesan saya, kalo tdk mau postingannya jadi viral, jangan berani posting di Portal," tambah Femmy Udoki lewat status media sosialnya. 
Postingan ini pun dibanjiri komentar dengan meminta kepada DPRD untuk segera melakukan rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak, karena masyarakat sangat merasakan sulitnya untuk mendapatkan uang baru yang resmi. 
Memang, dari pihak Bank Indonesia sendiri melalui akun Instagram @bank_indonesia_gorontalo telah memposting penukaran uang bari melalui aplikasi pintar yang pemesanannya dimulai pada tanggal 27 Februari lalu. Dan untuk penukarannya dimulai tanggal 3 sampai dengan 11 Maret dengan lokasi yang sudah ditentukan. Karena lewat aplikasi tentunya banyak masyarakat yang tidak mendapatkan jatah lagi. (Wan)
 


Share