GORONTALO – Prof. Dr. Astin Lukum kembali terpilih sebagai Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Gorontalo melalui Musyawarah Daerah (Musda) VI yang berlangsung di Aula Rudis Wakil Gubernur, Kamis (28/8/2025).
Dalam arahannya, Prof. Astin menegaskan komitmen Al-Hidayah untuk tetap berada di garda terdepan dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, serta mencegah terjadinya perilaku menyimpang dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Sebagaimana arahan ibu Wagub bahwa kita harus selalu berada di garda terdepan untuk perlindungan hak-hak perempuan dan anak, pencegahan perilaku menyimpang seperti LGBT, serta KDRT. Al-Hidayah tentu akan mengambil peran untuk bagaimana bersinergi dengan pemerintah dan juga masyarakat,” ungkap Prof. Astin.
Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi dalam tubuh Al-Hidayah agar organisasi tidak hanya didominasi kalangan senior, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda.
“Pada kepengurusan ke depan kita akan merekrut juga generasi-generasi muda, utamanya generasi Z dan generasi milenial. Karena sekarang ini kita hidup di era revolusi industri 4.0 yang semuanya serba digital,” lanjutnya.
Sekretaris Jenderal DPP Pengajian Al-Hidayah, Iin Kandedes, yang turut hadir dalam kegiatan itu memberikan apresiasi atas sinergi Al-Hidayah dengan berbagai pihak.
“Mudah-mudahan ini awal yang bagus karena saya lihat juga dari undangan tadi banyak mitra baik dari Pemda maupun dari organisasi keperempuanan. Karena kalau kita melakukan program pemberdayaan perempuan, peningkatan kapasitas baik itu untuk perempuan maupun umat pada umumnya itu tidak sendiri, jadi Al-Hidayah selalu bermitra dengan banyak pihak,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru Al-Hidayah Provinsi Gorontalo mampu semakin meningkatkan program-program yang bermanfaat bagi perempuan dan masyarakat luas. (Ayi)