GORONTALO - Kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tsunami di Gorontalo masih terus dilakukan. Pihak Lanal Gorontalo memastikan telah menyiapkan personel serta tempat pengungsian yang dapat menampung hingga 300 warga. Bahkan, tenda darurat juga siap didirikan di lapangan bila diperlukan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo, Letkol Laut Hanny Chandra Sukmana, saat menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait status wilayah Gorontalo.
Menurutnya, informasi yang menyebutkan bahwa Gorontalo sudah tidak lagi termasuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak tsunami adalah keliru. Ia menegaskan bahwa status waspada di Gorontalo masih tetap berlaku hingga saat ini, Rabu (30/7/2025).
"Sampai sekarang Gorontalo masih dalam status waspada. Tadi ada kabar yang menyebutkan Gorontalo sudah aman dari potensi tsunami, namun itu sudah dibantah langsung oleh BMKG," jelasnya.
Letkol Hanny juga menambahkan bahwa pihaknya tetap memantau perkembangan kondisi secara intensif. "Kami tetap waspada, terus mengamati dan mengikuti perkembangan di lapangan," ungkapnya.
Adapun terkait bunyi sirene yang sempat terdengar di wilayah pesisir dan memicu kepanikan warga, pihak Lanal Gorontalo menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Letkol Hanny menyampaikan bahwa sirene yang dikaitkan dengan peringatan bahaya tsunami bukan berasal dari pihak berwenang. Ia menegaskan bahwa lembaga yang memiliki kewenangan resmi untuk mengaktifkan sirene peringatan bencana hanyalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (Ren)