Go-Pena Baner

Tuesday, 23 April, 2024

Penyelenggara Pemilihan Yang Akuntabel Versus Cawe-cawe

Responsive image
Husni

Oleh : Husni

 

Sebelum menuangkan kegalauan hati dari sang penulis yang kerdil dan kurang pengalaman ini dalam hal penyelenggaraan  pemilu namun semoga kegalauan ini akan cepat berlalu dan tidak menhantui telinga dan dan penglihatan saya. Maka ijinkan penulis menyampaikan pantun terlebih dahulu sebelun melanjutkan tulis ini : “ Pemilihan  yang akuntabel, Transparansi jadi kunci amanah terjaga,  Setiap suara punya arti yang tak terbilang, Demokrasi nyata, kepercayaan terwujud bahagia Di balik hitung suara, rahasia terpelihara Tiada ruang untuk rekayasa cawe-cawe Integritas penyelenggara, tak tergoyahkan Pemilihan yang adil, harapan terus menyala
 Tulisan ini menarik dan ironis dari sisi judul yang disajikan namun sesunggguhnya tulisan ini lahir dan dirancang akibat dari kegalauan penulis bagaimana kemudian akuntabilitas di tunduhkan oleh para penjajan musiman demokrasi. Fakta ini tidak dapat  terbantahkan oleh karena fakta empiris yang disajikan oleh pengamat politik bahkan yang memilukan kondisi pemilu tahun 2024 yang dilabelisasi dengan label yang kurang menguntungkan bagi penyelenggara pemilu. Sedih rasanya Ketika kalimat dan ungkapan itu terdengar ditelinga sang penulis yang saat ini menjadi bagian dari penyelenggara pemilu yang tingkatan paling bawah namun tidak menyurutkan motivasi penulis untuk tetap menyuarakan dan konsistensi penyelenggara  pemilu tidak dapat digadaaikan oleh kepentingan siapapun. Pijakan penulis menyampaikan isi hati ini demi keberlanjutan pemilihan kepala daaerah yang nantinya tercipta kondisi pemilihan yang akuuntabel dan menyejukan hati para peserta, masyarakat pemilih dan penikmat demokrasi yang menginginkan akuntabilitas bukan cawe-cawe.  Pemilihan kepala daerah sebentar lagi akan dilaksanakan dan menarik untuk ditulis sebagai bentuk peran partisipatif yang komitmen pada penyelenggaraaan pemilu yang sustainable dan menunjukkan pemilu yang akuntabilitas yang tinggi . 
 Penyelenggaraan pemilihan yang akuntabel merupakan pilar utama dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. Namun, realitas yang sering kali terjadi adalah adanya praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas, yang secara umum disebut sebagai "cawe-cawe." Artikel ini membahas perbedaan antara penyelenggara pemilihan yang akuntabel dan cawe-cawe, serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat pada proses pemilihan. Pemilihan umum merupakan salah satu fondasi utama dari sistem demokrasi yang berfungsi dengan baik. Di dalamnya, integritas dan akuntabilitas penyelenggara pemilihan memiliki peran yang krusial dalam memastikan proses yang adil, transparan, dan dapat dipercaya. Namun, di banyak negara, praktik-praktik yang meragukan dan tidak akuntabel sering kali menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemilihan.“Penyelenggara Pemilihan Yang Akuntabel” Penyelenggara pemilihan yang akuntabel menekankan pada prinsip-prinsip transparansi, integritas, dan kejujuran dalam semua tahapan pemilihan. Mereka secara ketat mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, serta bersedia untuk dipertanggungjawabkan atas setiap tindakan mereka. Komunikasi yang terbuka dengan semua pihak terkait, termasuk partai politik, lembaga pengawas, dan masyarakat umum, merupakan hal yang penting bagi penyelenggara. Penyelenggara  juga berkomitmen untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta pemilihan tanpa memihak kepada pihak tertentu.

 Sementara dalam penyelenggara yang “Cawe-cawe” menunjukkan kurangnya akuntabilitas dan integritas dari penyelenggara pemilihan. Hal ini dapat mencakup manipulasi hasil pemilihan, pelanggaran terhadap aturan yang ada, intimidasi terhadap peserta pemilihan, dan lain-lain. Cawe-cawe sering kali dipicu oleh motif politik, kepentingan pribadi, atau tekanan dari pihak tertentu. Dampaknya bukan hanya merusak proses pemilihan secara keseluruhan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi. “Dampak Terhadap Kepercayaan Masyarakat:” Perbedaan antara penyelenggara pemilihan yang akuntabel dan cawe-cawe memiliki implikasi yang besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan. Penyelenggara pemilihan yang akuntabel mampu membangun kepercayaan yang kuat dari masyarakat, yang pada gilirannya memperkuat legitimasi pemerintahan yang terpilih. Sebaliknya, praktik cawe-cawe hanya akan merusak kepercayaan masyarakat, memicu ketidakpuasan, dan bahkan konflik politik.“Kesimpulan” Penyelenggara pemilihan yang akuntabel adalah kunci utama dalam memastikan proses pemilihan yang demokratis dan dapat dipercaya. Prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, dan integritas harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemilihan. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk memperkuat lembaga-lembaga pengawas pemilihan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemilihan yang akuntabel, dan menegakkan hukum terhadap praktik cawe-cawe. Hanya dengan demikian, proses pemilihan yang dapat dipercaya dan demokratis dapat terwujud. 


“Semoga Bermanfaat dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa “


Share