JAKARTA – Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Eduart Wolok, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Eduart Wolok saat mengikuti Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta.
Menurut Eduart, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang harus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi.
"Kerja sama dan kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sarasehan tersebut menjadi wadah penting yang mempertemukan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun sinergi dalam menghasilkan riset-riset inovatif yang dapat mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Melalui forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan dapat menyatukan perspektif serta merumuskan langkah strategis agar hasil penelitian di perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan maupun pengembangan industri.
Selain itu, Eduart menilai sarasehan tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi terjalinnya kerja sama antara para peneliti di perguruan tinggi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mengembangkan inovasi yang berorientasi pada penguatan kedaulatan pangan dan energi.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi fondasi penting dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat daya saing Indonesia di masa depan," kata Eduart.
Sebagai Ketua MRPTNI, Eduart berharap kolaborasi yang terbangun melalui Sarasehan Kebangsaan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi mampu melahirkan berbagai program konkret yang dapat mempercepat hilirisasi hasil riset, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional.