GORONTALO - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menggelar konferensi pers pasca-perhelatan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVIII di Aula Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu (27/6/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur didampingi oleh Ketua Panitia Penas Tingkat Provinsi serta beberapa Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Gubernur Gusnar Ismail secara khusus mengulas balik dinamika dan perjalanan panjang serta "lika-liku" bagaimana Provinsi Gorontalo akhirnya berhasil ditetapkan sebagai tuan rumah ajang nasional tersebut.
Gusnar membeberkan sejarah penetapan Gorontalo yang penuh dengan ketidakpastian. Berdasarkan kronologinya, penetapan awal bakal calon tuan rumah Penas XVIII sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2023 pada forum Penas XVI di Padang.
Saat itu, muncul 4 provinsi kandidat yang diputuskan, yaitu: Babel (Bangka Belitung), Lampung, Sumatera Selatan dan Gorontalo.
Namun, setelah penetapan empat kandidat tersebut, Surat Keputusan (SK) dari Menteri Pertanian tidak langsung terbit, melainkan baru direncanakan keluar pada Desember 2025. Di sela-sela rentang waktu tersebut, Kementerian Pertanian terus melakukan validasi dan verifikasi ketat untuk menentukan daerah mana yang paling pantas.
"Dugaan saya yang kedua, mereka (pusat) sengaja menunggu hasil Pilkada 2024 terlebih dahulu," ucap Gusnar
Gusnar mengungkapkan bahwa posisi Gorontalo sempat terancam sebelum keputusan akhir pada Desember 2025. Proses verifikasi yang berjalan dinamis memunculkan pilihan-pilihan baru yang disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan pertanian nasional saat itu. Salah satunya adalah mencuatnya program strategis Food Estate di Papua.
"Waktu itu ada kecenderungan pemikiran agar Penas ini dialihkan ke Papua guna mendukung program Food Estate yang sedang dibangun di sana," ungkapnya.
Menghadapi situasi tersebut, Pemprov Gorontalo tidak tinggal diam. Gusnar mengaku langsung mengambil langkah berani untuk mengamankan posisi Gorontalo agar tetap menjadi tuan rumah.
"Di situlah terjadi upaya-upaya dari kita semua agar Penas tidak dialihkan. Saya memberanikan diri untuk membuka dialog, baik dengan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) maupun pihak Kementerian, demi mempertahankan Penas XVIII ini agar tetap dilaksanakan di Provinsi Gorontalo. Dan alhamdulillah, pada Desember 2025 kita yang akhirnya ditetapkan," pungkasnya.
Selanjutnya dalam upaya mempertahankan Gorontalo menjadi tuan Rumah Penas pasca Penataan Bulan Desember Pemerintah Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Pencanangan Persiapan Penas yang mempertegas bahwa Provinsi Gorontalo telah siap menjadi tuan rumah Penas XVII. (Fikri)