GORONTALO – Satu tahun empat bulan kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie berhasil menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo. Melalui penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, pasangan Gusnar-Idah sukses mengalihkan perhatian Indonesia ke Provinsi Gorontalo.
PENAS XVII bukan sekadar agenda nasional bagi petani dan nelayan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi etalase yang memperkenalkan Gorontalo kepada seluruh nusantara sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah event berskala nasional dengan sukses dan membanggakan.
Daerah yang berada di bagian utara Pulau Sulawesi ini menunjukkan kapasitasnya dalam menyambut ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk kedua kalinya di Gorontalo menjadi bukti bahwa daerah ini kini memiliki posisi strategis dalam berbagai agenda pembangunan nasional.
Tidak hanya Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para Menteri, Wakil Menteri, kepala lembaga negara, serta para gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah turut hadir dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII.
Besarnya antusiasme peserta dan tamu undangan terlihat dari lonjakan jumlah penumpang menuju Gorontalo. Sejumlah maskapai bahkan memberlakukan penerbangan tambahan (extra flight) guna mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan ke daerah yang dikenal sebagai Serambi Madinah tersebut.
Keberhasilan ini semakin terlihat dalam kegiatan puncak perayaan PENAS XVII yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama puluhan pejabat tinggi negara, Rabu (24/6/2026). Momentum tersebut menjadi catatan sejarah penting bagi Gorontalo yang berhasil menjadi pusat perhatian nasional.
PENAS XVII membuktikan bahwa Gorontalo tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Jika sebelumnya daerah ini sering berada di pinggiran perhatian nasional, kini seluruh mata tertuju ke Gorontalo. Keberhasilan penyelenggaraan event nasional ini menjadi bukti nyata kemampuan daerah dalam mengelola kegiatan besar yang berdampak luas terhadap promosi daerah, ekonomi masyarakat, dan citra Gorontalo di tingkat nasional.
Atas capaian tersebut, kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie layak mendapatkan apresiasi tinggi. Jika dianalogikan dalam sebuah rapor pemerintahan, nilai sembilan menjadi penilaian yang pantas untuk diberikan atas kerja, kolaborasi, dan keberhasilan membawa nama Gorontalo bersinar di panggung nasional. (Wawan/Fikri)