Limboto — Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026 menjadi panggung kemegahan kekayaan alam Nusantara. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pameran pada Senin (22/6/2026), stan-stan dari berbagai provinsi di Indonesia sukses memukau pengunjung dengan produk-produk lokal unggulan yang unik dan bernilai jual tinggi.
Berikut adalah potret kekayaan bumi Nusantara yang berhasil dihimpun dari beberapa stan perwakilan provinsi:
Pesona Rempah dan Manisnya Maluku Utara
Bergeser ke Indonesia Timur, Provinsi Maluku Utara menyuguhkan komoditas andalan dari Kepulauan Sula. Dua produk yang paling menyita perhatian pengunjung adalah:
Cokelat khas Sulamina: Cokelat premium dengan cita rasa autentik khas Kepulauan Sula.
Madu Kepulauan Sula:Madu murni berkhasiat tinggi yang diambil langsung dari hutan tropis Maluku Utara.
Durian Unggulan Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Barat sukses menarik perhatian para pencinta buah lewat komoditas hortikulturnya. Di stan ini, Durian Polewali Mandar (Polman) menjadi primadona karena daging buahnya yang tebal, manis, dan memiliki aroma khas yang menggugah selera.
DIY Yogyakarta: Fokus SDM dan Puji Potensi Gorontalo
Membawa jargon sebagai "Kota Pendidikan", Provinsi D.I. Yogyakarta memilih fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor pertanian melalui maket dan program Jogja Agro Park milik DIY.
Dalam sesi wawancara khusus, Kepala Balai BPSDM DIY, Anita Windrati, menyampaikan apresiasinya terhadap potensi pertanian tuan rumah.
"Gorontalo memiliki tanaman kelapa yang sangat bagus, begitu juga dengan potensi jagungnya yang luar biasa," puji Anita di sela-sela kegiatan pameran.
Kreativitas dan Kuliner Kalimantan Barat
Stan Provinsi Kalimantan Barat tampil estetis dengan menonjolkan produk kerajinan dan kuliner khas dari Kabupaten Singkawang, di antaranya:
Kain Syal Tidayu: Kain tenun khas yang memadukan akulturasi budaya Tionghoa, Dayak, dan Melayu.
Cemilan Amplang: Kerupuk gurih yang terbuat dari olahan ikan tenggiri segar.
Stik Keladi:Camilan renyah yang memanfaatkan potensi buah talas lokal.
Mahakarya Budaya dan Alam Papua
Tanah Papua membawa eksotisme budaya yang kental ke bumi Gorontalo. Pengunjung dibuat kagum dengan pajangan Mahkota dari bulu burung kasuari serta Tas Noken autentik yang dirajut langsung dari serat kulit kayu tradisional.
Inovasi Pangan Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah hadir dengan berbagai produk pangan kreatif nabati dan hewani yang siap bersaing di pasar nasional, seperti:
Tempe Chips:Keripik tempe renyah dengan berbagai varian rasa.
Beras Ungu Bogo:Beras organik kaya antioksidan.
Abon Ikan Lele:Inovasi olahan lele yang praktis dan bergizi tinggi.
Melalui gelaran pameran produk lokal pada PENAS XVII ini, diharapkan seluruh peserta, petani, nelayan, serta pengunjung yang hadir dapat melihat secara nyata betapa kayanya Indonesia akan hasil alam dan kreativitas pengolahannya. Event ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pertanian antardaerah demi kedaulatan pangan nasional. (Fikri)