Go-Pena Baner

Monday, 22 June, 2026

38 Mahasiswa UNG Diterjunkan dalam KKN Kolaboratif Bersama UGM, Wujudkan Desa Cerdas dan Berkelanjutan

Responsive image
Foto bersama wakil rektor I UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii dengan para mahasiswa peserta KKN UNG.

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program pengabdian. Sebanyak 38 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif UNG–UGM Tahun 2026 yang mengusung tema “Mewujudkan Desa Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.”

Program kolaboratif antara Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Prosesi coaching sekaligus pelepasan peserta berlangsung secara resmi dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan pembekalan yang komprehensif sebagai bekal selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa para peserta akan ditempatkan di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan pada dua kabupaten. Melalui program KKN kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan desa berbasis potensi lokal serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa,” ujar Rosbin.

Menurutnya, program ini dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan yang terintegrasi. Fokus program mencakup pengembangan ekonomi lokal, transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Abdul Hafidz Olii, menegaskan bahwa KKN merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami dinamika sosial sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

“KKN memberikan pengalaman nyata yang tidak diperoleh di ruang kelas. Mahasiswa harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk merancang program yang memberikan manfaat jangka panjang,” ungkap Hafidz.

Ia menambahkan, kegiatan coaching sebelum keberangkatan menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Beragam materi pembekalan diberikan, mulai dari strategi pemberdayaan masyarakat, pemetaan potensi desa, penguatan ekonomi berbasis lokal, transformasi digital, hingga konsep pembangunan berkelanjutan.

Melalui KKN Kolaboratif UNG–UGM Tahun 2026 ini, diharapkan lahir berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat desa sekaligus mendukung terwujudnya desa yang lebih cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. (*)


Share