Go-Pena Baner

Monday, 22 June, 2026

FK UNG Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, Siswa MTsN 1 Praktik Langsung Mitigasi Gempa

Responsive image
Foto bersama Fakultas Kedokteran UNG dengan Siswa MTsN 1 Gorontalo.

GORONTALO – Komitmen meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Melalui mahasiswa Profesi Dokter stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB), FK UNG menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan penanganan awal korban bencana di MTsN 1 Kota Gorontalo.

Kegiatan yang berlangsung di aula MTsN 1 Kota Gorontalo itu mendapat sambutan antusias dari para siswa. Tidak hanya menerima materi secara teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai langkah penyelamatan diri dan pertolongan pertama saat terjadi bencana.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi pembelajaran kebencanaan bagi mahasiswa profesi dokter. Mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang rawan bencana geologi, edukasi mitigasi dinilai penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa profesi dokter memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul yang aman, hingga teknik melindungi diri ketika gempa terjadi. Selain itu, siswa diajarkan keterampilan dasar penanganan korban bencana, seperti teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pemasangan bidai pada cedera tulang, serta cara melakukan evakuasi korban secara sederhana.

Wakil Dekan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki kesiapsiagaan serta kemampuan bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan,” ujarnya.

Menurut Zuhriana, keterampilan dasar pertolongan pertama serta pemahaman mitigasi bencana merupakan bekal penting yang dapat membantu siswa melindungi diri sendiri maupun memberikan bantuan awal kepada orang lain saat terjadi keadaan darurat.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif FK UNG yang menghadirkan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan siswa menghadapi potensi bencana.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung ketika menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, FK UNG berharap budaya sadar bencana dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga tercipta masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko kebencanaan di masa mendatang. (*)


Share