GORONTALO – Rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Provinsi Gorontalo pada Selasa (23/6/2026) membawa angin segar bagi masyarakat. Selain menghadiri puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026, kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu juga akan diikuti sejumlah pejabat tinggi negara.
Tidak hanya Presiden Prabowo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipastikan turut hadir dalam agenda nasional yang dipusatkan di Gorontalo tersebut.
Sejumlah menteri lainnya juga dijadwalkan mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Perhubungan, Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, serta Wakil Menteri Kehutanan. Kehadiran para pejabat negara ini menunjukkan besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian dan perikanan yang menjadi fokus utama penyelenggaraan PENAS XVII.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan bahwa sejumlah menteri telah mengonfirmasi kehadirannya melalui jadwal penerbangan yang telah diterima Pemerintah Provinsi Gorontalo.
"Tadi menteri yang sudah saya lihat tiketnya Pak Mendagri, Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Pertanian, Pak Menteri Pertanian balik lagi dan Wamen Kehutanan," ujar Gusnar saat diwawancarai wartawan usai meninjau kawasan Pameran PENAS XVII, Minggu malam (21/6/2026).
Berdasarkan jadwal yang diterima, Mendagri Tito Karnavian akan tiba di Gorontalo menggunakan pesawat Lion Air pada Selasa siang sekitar pukul 14.05 WITA. Sementara Menteri Pertanian, Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Pertanian, dan Wakil Menteri Kehutanan dijadwalkan tiba lebih awal menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada pukul 09.00 WITA.
Kedatangan Presiden bersama jajaran menteri kabinet dan Kapolri menjadi momentum penting bagi Gorontalo. Selain memperkuat posisi daerah sebagai tuan rumah ajang nasional, kunjungan tersebut juga diharapkan membawa berbagai program strategis dan dukungan pembangunan bagi daerah serta masyarakat, khususnya petani dan nelayan.
Puncak PENAS XVII sendiri diproyeksikan menjadi salah satu agenda nasional terbesar yang pernah digelar di Gorontalo, dengan dihadiri ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.