Go-Pena Baner

Monday, 29 June, 2026

Gubernur Gusnar Ismail Paparkan Dampak Nyata PENAS XVII 2026, Program Pusat Mengucur Deras ke Daerah Manfaat Ekonomi hingga Rp20,52 Miliar

Responsive image
Konfrensi Pers yang dilaksanakan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan para Kadis di Lingkungan Provinsi Gorontalo, pasca Penas. Sabtu (27/06/2026). (Foto : Go-Pena)

GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memaparkan berbagai manfaat yang diperoleh Provinsi Gorontalo setelah sukses menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Pemaparan tersebut disampaikan Gusnar Ismail dalam konferensi pers di Gorontalo dengan menampilkan berbagai capaian dan data melalui infografis yang diproyeksikan di layar utama. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PENAS tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan pembangunan yang nyata bagi daerah.

Gusnar menjelaskan, salah satu manfaat langsung yang dirasakan masyarakat berasal dari sektor akomodasi, konsumsi peserta, serta transportasi lokal. Berdasarkan data yang dipaparkan, sektor akomodasi seperti hotel, homestay dan rumah sewa memberikan perputaran ekonomi sebesar Rp15 miliar, sementara konsumsi peserta mencapai Rp4,87 miliar, dan transportasi lokal sebesar Rp650 juta.

"Total manfaat ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat dari tiga sektor tersebut mencapai Rp20,52 miliar. Ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan PENAS benar-benar memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah," ujar Gusnar.

Selain dampak ekonomi jangka pendek, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memperoleh berbagai program pembangunan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan PENAS XVII.

Di antaranya pembangunan jalan dan jembatan dengan nilai anggaran Rp99,755 miliar, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp1,012 triliun, tambahan alokasi bantuan bibit kelapa seluas 3.000 hektare dengan nilai Rp13,2 miliar, serta pengembangan Agriculture Advance System (AAS) pada areal seluas 1 juta hektare.

Secara keseluruhan, nilai program pembangunan yang berhasil diperoleh Gorontalo mencapai Rp1,124 triliun, yang diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam kesempatan itu, Gusnar juga memaparkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Saat ini, satu unit telah diresmikan oleh Presiden pada Mei 2026, sementara tiga unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan dengan total anggaran Rp88 miliar.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan sarana usaha yang lebih layak, peningkatan hasil tangkapan dan nilai jual ikan, pembukaan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

Tak hanya itu, Gorontalo juga diperkuat dengan dukungan infrastruktur logistik melalui keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang dikelola PT Transcontonen. Hingga Juni 2026, nilai ekspor komoditas pertanian dan peternakan melalui kawasan berikat tersebut mencapai sekitar Rp643,7 miliar.

Menurut Gusnar, keberadaan PLB menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing komoditas unggulan Gorontalo seperti kelapa, kakao, jagung, pala, sapi, ayam, dan telur karena didukung fasilitas pergudangan modern, penyimpanan kontainer, hingga kemudahan layanan ekspor.

"Momentum PENAS telah membuka peluang investasi, memperkuat sektor pertanian, perikanan dan logistik, sekaligus memperkenalkan potensi Gorontalo kepada seluruh Indonesia. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah," ungkapnya.

Gusnar menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan PENAS XVII menjadi bukti bahwa Gorontalo mampu menjadi tuan rumah event nasional berskala besar sekaligus memanfaatkannya sebagai pintu masuk untuk menghadirkan berbagai program strategis dari pemerintah pusat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Wawan) 


Share