Kota Gorontalo — Proses pendaftaran bakal calon Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Gorontalo memicu polemik. Pendukung bakal calon Indra Gobel memprotes mekanisme pendaftaran kandidat lain, Halid Tangahu, yang surat pencalonannya justru diserahkan oleh anggota panitia penjaringan.
Dalam prosesnya, surat pendaftaran diserahkan langsung oleh Indra Gobel kepada Ketua Steering Committee (SC), Roy Hasiru, pada pukul 17.47 WITA.
Indra maju dengan dukungan delapan perguruan pencak silat, yakni Tapak Suci Putra Muhammadiyah, PSHT, Teratai Satria Muda Indonesia, Pagar Nusa, Pesinas ASA, Ular Sakti, Rajawali Muda Indonesia, dan Totosit.
Selain itu, Indra juga mengantongi dukungan tiga organisasi IPSI kabupaten/kota yang seluruh surat dukungannya ditandatangani oleh ketua dan sekretaris masing-masing organisasi.
Usai mendaftar, Indra mengatakan dirinya terpanggil maju karena menilai pembinaan pencak silat di Gorontalo mengalami kemunduran.
"Yang saya lihat pencak silat di Gorontalo ini kepengurusannya sudah mati suri. Karena itu saya merasa terpanggil untuk kembali memasyarakatkan pencak silat di Provinsi Gorontalo," kata Indra.
Ia mencontohkan antusiasme masyarakat saat pelaksanaan kejuaraan Wali Kota Cup beberapa waktu lalu sebagai bukti bahwa olahraga pencak silat masih diminati.
"Saya melihat antusiasme dan kehausan para atlet pencak silat di provinsi ini. Insya Allah kalau saya diamanahkan, saya akan memasyarakatkan kembali pencak silat di Gorontalo," ujarnya.
Namun, proses penjaringan menjadi sorotan setelah bakal calon lain, Halid Tangahu, didaftarkan. Bukan mendaftar. Surat pendaftarannya diserahkan oleh anggota penjaringan, Mala, yang juga merupakan pengurus KONI Provinsi Gorontalo.
Surat pendaftaran yang tidak disertai mandat tersebut diterima ketua panitia penjaringan pada pukul 16.56 WITA. Empat menit sebelum pendaftaran di tutup.
Kondisi itu memunculkan dugaan adanya pelanggaran terhadap prinsip independensi dan transparansi panitia.
"Selain tidak hadir, pendaftaran Halid tidak disertai surat mandat, sebagaimana dipersyaratkan kepada bakal calon lain," kata salah satu pendukung Indra Gobel.
Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Penjaringan menyatakan tidak terdapat aturan yang melarang tindakan tersebut.
"Itu tidak apa. Tidak ada aturan melarang. Sepanjang tidak tertulis, itu tidak apa," ujar ketua panitia, La Iha.
Pernyataan tersebut justru memicu gelombang protes dari pendukung Indra Gobel yang mempertanyakan netralitas panitia dalam proses penjaringan bakal calon Ketua IPSI Provinsi Gorontalo.
Situasi diperparah ketika Ketua Steering Committee, Roy Hasiru memilih meninggalkan lokasi pendaftaran tanpa memberikan penjelasan dengan alasan harus menghadiri undangan takziah. (*)