Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Kerja Sama Gorontalo– Prefeture Ehime, Pengelolaan Limbah di TPA Talumelito Siap Naik Level Teknologi

Responsive image
Foto bersama Sekda Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim dengan jajaran Prefecture Ehime Jepang. Jumat (28/11/2025)

GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong percepatan proyek pengelolaan limbah lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito sebagai implementasi kerja sama City to City Collaboration Program dengan Prefecture Ehime, Jepang. Program yang mulai berjalan sejak akhir 2023 ini kini memasuki tahap pengumpulan data teknis, penyusunan desain, serta perhitungan kebutuhan anggaran.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, saat menerima kunjungan delegasi Ehime di Gorontalo, Jumat malam, (28/11/2025) 
 “Proyek pengelolaan limbah lindi di TPA Talumelito adalah salah satu capaian nyata dari kerja sama ini. Saat ini, proses survei, identifikasi masalah hingga penyusunan kebutuhan biaya sudah dilakukan bersama tim ahli Ehime,” ujar Sofian.
Proyek ini dilaksanakan bersama Pemerintah Ehime Prefecture dan perusahaan teknologi lingkungan asal Jepang, Aiken Kakoki KK serta Japan NUS, yang selama ini menjadi mitra pengembangan sistem pengolahan limbah modern di berbagai negara. Melalui kolaborasi ini, teknologi penanganan limbah dari Jepang mulai diterapkan untuk peningkatan kualitas pengelolaan sampah di Gorontalo.


Sofian menegaskan pentingnya pengelolaan lindi di TPA Talumelito, mengingat tingginya produksi sampah dan risiko pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi titik awal modernisasi sistem persampahan di Gorontalo.
 “Ini bukan hanya urusan teknis, tetapi investasi lingkungan jangka panjang. Kita ingin mengurangi risiko pencemaran air tanah dan memperpanjang umur TPA melalui pengelolaan limbah yang lebih profesional,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja sama ini sejalan dengan lima program prioritas pembangunan daerah, khususnya pada penguatan lingkungan hidup, kesehatan, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Selain proyek TPA Talumelito, Sofian turut menyebutkan bahwa kerja sama Gorontalo–Ehime juga telah membuahkan hasil lain, seperti bantuan empat unit ambulans yang kini beroperasi di RSUD Aloe Saboe serta program transfer ilmu dan kunjungan pelatihan bagi petani, nelayan dan pelaku usaha lokal.
Kerja sama ini juga membuka ruang riset bersama, inovasi teknologi, dan pendampingan sektor pertanian maupun perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo.
Mengakhiri sambutannya, Sofian berharap proyek pengolahan lindi dapat segera naik ke tahap pembangunan fisik setelah desain dan estimasi anggaran disepakati.
 “Kami optimis kerja sama Gorontalo–Ehime akan memberi manfaat besar dan berkelanjutan bagi daerah. Tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga peningkatan kualitas SDM dan ekonomi masyarakat,” tutupnya.
Rombongan delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri dari sejumlah pejabat dan tenaga teknis, antara lain Hiroi Hisanori selaku Director Ehime Prefecture Industrial Employment Division; Akira Takauchi, Chief dari division yang sama; Yoshihiro Iwata selaku President Director Aiken Kakoki KK; Akira Taniguchi sebagai Section Chief Aiken Kakoki; Kanako Seki yang hadir sebagai Consultant Japan NUS; serta dua interpreter yaitu Fitria dari Japan NUS dan Syaikul dari Aiken Kakoki. Kehadiran rombongan ini menandakan komitmen penuh Ehime dalam mengawal teknis dan arah program hingga tuntas.
Hadir juga Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, Kabid Riset dan Inovasi Titi Datau, serta jajaran dan Mitra lainnya. (Wan)


Share