Go-Pena Baner

Friday, 06 November, 2026

Guru Besar UNG Prof Novianty Djafri Lolos Seleksi Artikel Bereputasi, presentasi; pablikasi, penulisan buku dan penyusunan kebijakan PAI Pada PTU di KemeNag RI

Responsive image
Guru besar UNG, Prof. Dr. Novianty Djafri, menjadi salah satu pemateri dalam simposium nasional, yang dolaksanakan di Bali.

GORONTALO – Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Novianty Djafri, kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Ia berhasil lolos seleksi artikel dalam Simposium Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU), sekaligus dipercaya menjadi pemateri dan terlibat dalam penyusunan regulasi serta kebijakan nasional Pendidikan Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Persatuan Dosen PAI Nahdlatul Ulama (PERSADA NU) tersebut berlangsung pada 3–6 November 2026 di Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Dalam simposium nasional yang mengangkat tema “Rancang Bangun PAI PTU Masa Depan: STEAM, Disrupsi dan Generasi Baru” itu, Novianty Djafri terpilih sebagai pemateri dengan judul materi “Kepemimpinan Akademik dalam Reorientasi PAI PTU di Masa Depan: Melalui Pendekatan Interdisipliner Berbasis STEAM.”

Keberhasilan lolos seleksi artikel tersebut menjadi pintu bagi kontribusi akademiknya, mulai dari proses publikasi hingga penyusunan dan pencetakan buku bersama para akademisi dan guru besar PAI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tidak hanya berkontribusi dalam bidang publikasi ilmiah, Novianty juga mendapat kepercayaan untuk mengambil bagian dalam penyusunan regulasi, kebijakan, dan aturan nasional terkait tata kelola Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum di Kementerian Agama RI.

Peran tersebut dijalankan melalui keterlibatannya sebagai pengurus PERSADA NU Pusat sekaligus bagian dari tim ahli guru besar PERSADA NU, bersama para profesor dan akademisi Pendidikan Agama Islam dari seluruh Indonesia.

Keterlibatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pengembangan PAI pada PTU agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui pendekatan interdisipliner berbasis STEAM, reorientasi Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum diharapkan tidak hanya memperkuat aspek keagamaan, tetapi juga mendorong integrasi nilai-nilai Islam dengan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.

Capaian Prof. Novianty Djafri tersebut sekaligus membawa nama Universitas Negeri Gorontalo dalam forum akademik nasional, serta memperkuat kontribusi akademisi Gorontalo dalam pengembangan keilmuan, publikasi ilmiah, dan perumusan kebijakan Pendidikan Agama Islam di Indonesia. (*) 


Share