GORONTALO - (Go-Pena.id) - Secangkir kopi susu wallet yang menjadi menu andalan di Warung Kopi (Warkop) Amal Kota Gorontalo, dinikmati oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Gorontalo, Bayu Pramesti, S.H., M.H. Kamis (5/11/2026) pagi.
Ia datang bersama dengan jajaran pimpinan di Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, dan duduk bersama dengan masyarakat yang terdiri dari unsur aktivis, LSM, wartawan serta warga warkop amal. Obrolannya pun sangat ringan, santai, dan mengudukasi masyarakat.
Bagi Bayu Pramesti, berbicara masalah hukum di warkop tidak perlu kaku, dan bahasanya pun ringan-ringan yang mudah dipahami oleh warga. Ini menujukkan bhawa Jaksa itu akan sangat dekat dengan masyarakat. “Kalau di warkop ini kan lebih asyik ngobrolnya, pakai bahasa-bahasa warung kopi. Pendekatan ini biar masyarakat tahu kalau kejaksaan itu ternyata dekat orangnya, enak diajak ngobrol,” ujar Bayu.
Bayu menegaskan, pintu Kejari Kota Gorontalo selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin mengadukan permasalahan hukum. Warga juga dipersilakan untuk memantau langsung kinerja maupun program kejaksaan melalui akun Instagram resmi mereka.
“Mau bicara masalah korupsi boleh, perlindungan anak boleh, masalah perikanan juga boleh. Pintu kita terbuka sekali buat masyarakat. Kalau ada hal-hal yang mendetail, silakan datang langsung ke kantor,” tegasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo Jeffry Rumampuk, yang juga menyambut positif program Ngopi Bareng Jaksa yang digagas Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi pelayanan publik yang patut diapresiasi karena menghadirkan pendekatan hukum yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.
“Ngopi Bareng Jaksa ini merupakan salah satu program pelayanan Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo yang sangat kami apresiasi. Program ini telah menjadi instrumen pendekatan humanis kejaksaan kepada masyarakat. Tentu, ini merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi sekaligus meningkatkan kesadaran hukum warga,” ujar Jeffry.
Ia menilai, selama ini kejaksaan dikenal sebagai institusi penegak hukum yang memiliki reputasi dan kredibilitas dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Namun, melalui program Ngopi Bareng Jaksa, kejaksaan memperlihatkan sisi pelayanan yang berbeda, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang lebih santai, terbuka, dan edukatif.
“Kalau boleh saya istilahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari ekstrakurikuler dalam tanda kutip dari tugas utama kejaksaan. Artinya, selain menjalankan fungsi penegakan hukum, kejaksaan juga hadir melalui pendekatan sosial, sosialisasi, dan penyuluhan hukum. Masyarakat tidak hanya mengenal jaksa dari ruang persidangan, tetapi juga bisa berdialog langsung, menyampaikan persoalan, bahkan berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi,” jelasnya.
"Pada prinsipnya, mewakili bapak Walikota, saya berharap program ini menjadi bahagian dari sinergitas yang positif, dalam rangka mendukung seluruh program layanan kejaksaan untuk masyarakat Kota Gorontalo,” Tutup Jeffry. (*)