Gorontalo (Gopena.id) — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan pangan kepada 140 masyarakat penerima manfaat di Kantor Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (4/11/2026).
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Gusnar Ismail mengatakan, bantuan pangan yang disalurkan merupakan wujud kehadiran pemerintah bersama anggota DPRD dalam memberikan perhatian kepada masyarakat.
Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan belum sepenuhnya besar, pemerintah tetap berupaya agar masyarakat dapat merasakan perhatian melalui program bantuan pangan.
“Penyerahan bantuan pangan ini merupakan tanggung jawab kami pemerintah bersama anggota DPRD untuk membantu masyarakat. Meskipun dengan anggaran terbatas, kami tetap berupaya memberikan bantuan ini,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat.
“Meskipun bantuannya hanya sedikit, tetapi perhatian kita tetap hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo menjelaskan, sebanyak 140 masyarakat menerima bantuan dengan komoditas yang disesuaikan dengan kebutuhan pokok sehari-hari.
Setiap penerima memperoleh beras sebanyak 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.
Ia menjelaskan, pemilihan tiga komoditas tersebut didasarkan pada kebutuhan mendasar masyarakat, sehingga bantuan yang disalurkan dapat langsung dimanfaatkan oleh keluarga penerima.
“Bahan pangan ini kami pilih karena merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie, serta Kepala Desa Ilotidea.
Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap dapat membantu meringankan beban kebutuhan rumah tangga masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga. (Fikri)