Go-Pena Baner

Tuesday, 03 November, 2026

Alumni Dorong Pimpinan Pesantren dan Keluarga Korban Dialog Bersama

Responsive image
Pertemuan alumni dengan pimpinan pondok pesantren Hubulo.


Alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pesantren Hubulo (IKPH) mendorong Pimpinan Ponpes dan keluarga korban tenggelam santri Kelas 7 menggelar dialog bersama. Dialog dinilai penting untuk menyampaikan permohonan maaf, mendengarkan kesedihan keluarga serta ruang koreksi dan perbaikan internal pesantren.

Perwakilan alumni IKPH Ismail Giu menjelaskan, dialog menjadi penting agar kedua belah pihak berbicara dari hati ke hati. Dialog membuka ruang perbaikan dan pertanggungjawaban yang lebih bermartabat.

"Alhamdulillah Pimpinan Pesantren Hubulo menyambut baik rencana ini. Alumni dan pesantren punya pemahaman yang sama bahwa pertemuan nanti bukan sekadar dialog formalitas tapi ruang menyampaikan permohonan maaf, empati, memberikan penjelasan terbuka, serta membicarakan bentuk tanggungjawab dan langkah penyelesaian yang diperlukan," Kata Ismail, Selasa (3/10/2026).

Pihak alumni menegaskan berada pada ruang yang netral sebagai jembatan kemanusiaan. Alumni berupaya mempertemukan pihak-pihak yang sedang berduka dan menghadapi masalah serius. 

"Kami menegaskan bahwa upaya dialog tidak boleh menghalangi hak keluarga untuk memperoleh keadilan melalui jalur hukum. Bagi kami, menjaga martabat pesantren bukan berarti menutupi kekurangan melainkan berani menghadapi kenyataan, memperbaiki kesalahan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," Ujar santri angkatan 10 itu.

Alumni berharap semua pihak untuk menahan diri dan tidak membangun narasi yang dapat memperkeruh suasana.  Menurutnya, pesantren perlu dilihat dari prespektif lebih luas bukan sekadar jabatan pimpinan pondok. Pesantren Hubulo punya ratusan santri yang sedang mencari ilmu, ratusan orang tua yang menitip masa depan anaknya dan ratusan pekerja yang sedang mencari nafkah keluarga.


Share