GORONTALO - Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menghadapi semua laporan yang ditujukan kepadanya di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pekan Kemarin Adhan bertolak ke Kemendagri, dan menyampaikan semua klarifikasi yang dialamatkan kepada dirinya.
Kepada media, Senin (2/11/2026), Adhan Dambea menyampaikan bahwa ada lima point laporan yang diklarifikasinya kepada Kemendagri.
Pertama adalah bantuan alat kesehatan yang di tolaknya, padahal menurut Adhan ia tidak pernah menolak bantuan tersebut, tapi yang dibutuhkan oleh RS Aloe Saboe adalah untuk peningkatan fasilitas medis karena RSAS sudah menjadi rumah sakit rujukan. Bahkan Menteri Kesehatan pun sudah pernah datang, dan memberikan bantuan sebesar Rp.102 Miliyar.
Persoalan kedua adalah para pelaku UMKM yang dizinkan berjuan di trotoar, Menurut Adhan itu adalah untuk mendukung UMKM dengan catatan sudah tidak ada lagi yang jualan di pagi hari. Bahkan Adhan mencontohkan di beberapa Kawasan yang ada di Jakarta itu, UMKM nya ada yang di trotoar bahkan di bahu jalan.
Persoalan ketiga adalah terkait dengan cagar budaya, yang selalu menjadi masalah berulang, dan dihadapan Kemendagri Adhan memperlihatkan langsung putusan pengadilan negeri Gorontalo, bahkan dari Kemendagri juga kaget bahwa ada putusan pengadilan tersebut. Adhan bertindak sesuai dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.
Persoalan keempat adalah terkait dengan demo ASN di Polda Gorontalo, Adhan menyampaikan bahwa Demo tersebut memang pernah dilakukan oleh ASN Kota Gorontalo pada saat periode pertamanya menjadi walikota, kemudian demo di BSG dan ketiga demo di Polda Gorontalo. Karena yang dibela oleh ASN adalah walikota bukan pribadi dari Adhan Dambea.
Kemudian persoalan kelima adalah surat dari pemerintah Provinsi Gorontalo yang selalu langsung ke OPD, Camat ataupun lurah.
"Seharusnya sesuai dengan etika birokrasi suratnya itu ke saya dulu," ujar Adhan.
Semua yang disampaikan klarifikasi oleh Adhan Dambea ini tentunya sebagai bentuk ketaatan dirinya terhadap aturan, dan Kemendagri juga bisa mendapatkan informasi secara menyeluruh.
"Semua persoalan ini tentunya saya hadapi, yang penting bukan kasus korupsi," tegasnya. (*)