Go-Pena Baner

Sunday, 11 January, 2026

Gubernur Tekankan Penguatan Komoditas dan Transportasi Domestik dalam Rapat HLM TPID

Responsive image
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat memimpin High Level Marketing (HLM) TPID di Hulonthalo Ballroom. (Foto: Alfarisi Ali/go-pena.id)

Gorontalo - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memimpin kegiatan High Level Marketing (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Hulonthalo Ballroom, Kamis (4/12/2025) pukul 10.00 Wita. Dalam rapat tersebut, gubernur menyampaikan evaluasi kinerja TPID sepanjang tahun 2025 sekaligus arah kebijakan pengendalian inflasi ke depan.

Dalam penyampaiannya, Gusnar mengapresiasi kerja seluruh tim karena inflasi di Gorontalo berada pada kategori terkendali dan memberikan kontribusi positif secara nasional.

“Sepanjang tahun 2025 ini hasil kerja kita tim pengendali inflasi daerah dinilai oleh Kementerian Dalam Negeri yang setiap hari Senin selalu memonitor perkembangan inflasi. Kita bersyukur dan saya menyampaikan terimakasih kepada kita semua, karena inflasi di Provinsi Gorontalo ini tergolong terkendali dan baik,” ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa Gorontalo bahkan beberapa kali masuk dalam jajaran enam hingga lima besar daerah dengan pengendalian inflasi terbaik secara nasional.

“Malah kita itu sekali dua kali masuk 6 dan 5 besar terbaik secara nasional. Itu berarti kita sudah bekerja dengan baik dan sering berkoordinasi sehingga gambaran dari pada inflasi di Gorontalo bisa memberikan sumbangsih yang sangat berarti terhadap inflasi secara nasional,” katanya.

Ia juga menyoroti aspek komoditas, terutama bahan pangan yang paling sering memicu inflasi daerah.

“Dari aspek komoditas Alhamdulillah kita bisa mendeteksi dan bisa mengidentifikasi komoditas mana saja yang bisa mengganggu inflasi di daerah. Yang paling menonjol dan selalu berulang adalah tomat, rica, bawang, kemudian beras. Saya mengikuti secara seksama di grup-grup inflasi, kita itu tiap minggu berdasarkan operasi pasar yang dilakukan itu sering merah, dan berputar-putar di komoditas tadi,” jelasnya.

Selain komoditas, gubernur menegaskan pentingnya penguatan konektivitas domestik sebagai faktor yang turut mempengaruhi stabilitas harga.

“Yang berikut, kita juga sudah berhasil walaupun belum tajam, walaupun belum fokus, menyangkut konektivitas domestik yang berpengaruh pada komoditas-komoditas yang ada. Konektivitas domestik sangat penting, karena kenaikan harga tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga diakibatkan oleh transportasi domestik. Jalur transportasi domestik ini juga yang menjadi catatan penting kita ke depan,” tambahnya.

Rapat HLM TPID ini menjadi forum evaluasi dan penguatan langkah strategis pengendalian inflasi menjelang akhir tahun 2025. Gubernur menekankan perlunya koordinasi lintas sektor agar upaya stabilisasi harga dapat berjalan semakin efektif. (Ayi)


Share