GORONTALO - Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Ewin Ismail, memastikan stok LPG 3 kilogram di wilayah Gorontalo dalam kondisi aman. Hal ini setelah dirinya dan komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menggelar pemantauan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Desa Padengo, Kabupaten Gorontalo, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut Erwin yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Gorontalo ini, setiap hari terdapat sekitar 12.000 hingga 12.500 tabung LPG 3 kg yang didistribusikan. Ia juga menjelaskan, total dari dua SPPBE yang melayani pengisian mampu mengeluarkan sekitar 25.000 tabung per hari, satu SPPBE untuk 3 KG dan satunya lagi untuk industri pengolahan rumah tangga untuk 5 KG keatas. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun demikian, Ketua IMI Gorontalo tersebut juga menyoroti adanya potensi masalah akibat fenomena panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat. "Nah hal ini berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan di tingkat pangkalan," ujar putra sulung Gubernur Gorontalo tersebut.
Olehnya menurut Erwin, Pemerintah daerah melalui dinas ESDM dan perdagangan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, harus terus memantau kondisi ini agar tidak terjadi kelangkaan.
Ia juga mengingatkan para agen dan pangkalan di desa, kelurahan, serta toko-toko agar bijak dalam menggunakan kuota LPG subsidi dari pemerintah.
“Kalau memang setelah Lebaran nanti masih ada kekurangan, barulah kita akan meminta penambahan kuota,” tegas Ketua Partai Demokrat Provinsi Gorontalo tersebut. (*)