Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) pada Senin, (13/4/2026) 2026, di Aula I DPRD.
Rapat ini merupakan pembahasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kota Gorontalo Tahun 2025.
DEKOT - Dalam pembahasan tersebut, salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah kondisi sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang dinilai masih minim. Ketua Pansus, Herman Haluti, menjelaskan bahwa hal tersebut telah terungkap dalam rapat sebelumnya, termasuk adanya beberapa armada yang kondisinya rusak.
"Terungkap pada rapat Pansus dimana disampaikan bahwa memang diakui sarana dan prasarana terkait dengan pemadam kebakaran itu masih minim. Dan ada beberapa armada yang kondisi rusak," ungkap Herman Haluti.
Merespons kondisi tersebut, Pansus memberikan sejumlah rekomendasi agar pelayanan pemadaman kebakaran dapat lebih optimal. Salah satu usulan utama adalah melakukan perbaikan terhadap kendaraan yang rusak serta mengadakan kendaraan baru, khususnya mobil supply air.
"Sehingganya Pansus merekomendasikan untuk melakukan tindakan perbaikan-perbaikan terhadap kendaraan yang rusak dan juga mengadakan pengadaan kendaraan baru. Terutama mobil supply air," tambahnya.
Selain masalah armada, Pansus juga menyoroti akses pengambilan air yang saat ini masih terbatas. Banyak warga maupun petugas yang masih mengambil air di tempat-tempat umum atau pesbangkul. Oleh karena itu, rekomendasi kedua yang diajukan adalah memperbanyak titik hidran umum.
"Kemudian yang kedua, memperbanyak hidran pengambilan air. Minimal satu kecamatan itu satu hidran," jelasnya.
Langkah ini dinilai penting agar akses air lebih mudah dan dekat, terutama dalam menghadapi musim kemarau yang rawan kebakaran. Dengan adanya hidran yang memadai, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi air dan kembali melakukan pemadaman dapat dipercepat. (*)