PEMPROV - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata memberikan penghargaan kepada 10 Insan Parekraf yang dinilai berkontribusi besar dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam puncak kegiatan Insan Parekraf, yang turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, para pelaku pariwisata, serta tiga wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Aryanto Husain dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor Parekraf masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama aksesibilitas dan keberlanjutan lingkungan. Namun, berbagai langkah strategis mulai dilakukan pemerintah untuk menjawab kendala tersebut.
“Dua hal ini memang masih menjadi tantangan, tetapi alhamdulillah kami sudah mendapatkan arahan dari Bapak Gubernur untuk membuka kembali diskusi mengenai jalur transportasi. Saya juga sudah berbicara dengan Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara tentang bagaimana jalur Manado–Gorontalo ini bisa terbuka kembali,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan pariwisata.
“Kita tidak bisa merasa aman dari bencana jika sumber daya alam terus dieksploitasi. Ini menjadi tantangan kita bersama. Karena itu, kita harus mendorong inovasi dan melibatkan lebih banyak local champions untuk membantu pemerintah,” katanya.
Menurutnya, kehadiran para pelaku Parekraf sangat penting dalam mempromosikan Gorontalo sebagai destinasi unggulan. Hal itu juga ditegaskan oleh wisatawan asing yang pernah ia temui. “Mereka bilang Gorontalo tidak kalah dengan daerah lain. Ini harus kita banggakan dan kerjakan bersama.”
Sementara itu Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah RH yang hadir langsung pada kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada para penerima penghargaan. Ia menyebut para Insan Parekraf sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang berperan penting dalam memperkuat identitas pariwisata Gorontalo.
“Penghargaan malam ini adalah bukti bahwa kerja-kerja nyata Bapak/Ibu sekalian mendapat pengakuan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan para pelaku Parekraf, komunitas, akademisi, hingga masyarakat. Ketika kita berjalan bersama, pariwisata Gorontalo akan semakin kuat,” ujar Wakil Gubernur.
Ia menambahkan bahwa pariwisata adalah sektor yang sangat strategis dan memiliki dampak luas terhadap pemberdayaan masyarakat. “Saya berharap para penerima penghargaan malam ini terus menjadi contoh, menjadi inspirasi, dan tetap menjaga nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan kita,” tambahnya.
Elen Said — Himpunan Pramuwisata Indonesia
Kategori: Insan Pelopor Pemandu Wisata
Gasim Bait — Gula Aren Mohoingo, Atinggola
Kategori: Insan Pegiat Olahan Pangan
Andres Modamba — Pengelola Destinasi Danau Perintis
Kategori: Insan Pengelola Destinasi Terbaik
Yamin Nusi — Pengelola Destinasi Pantai Dulanga
Kategori: Insan Pengelola Toilet Layak di Destinasi
Poppy Arnold Kadir — Pengelola Roemah Keboen Dulamayo
Kategori: Insan Pengelola Penginapan Alam
Hasdiana Saleh — Dosen Fakultas Teknik UNG
Kategori: Insan Pegiat Karawo
Isnawati Ilahude Mohammad — Pemilik Tiar Handicraft
Kategori: Insan Pelopor Produk Ramah Lingkungan (Ecoprint Karawo & Eceng Gondok)
Anang Suryana Musa — Pemilik Walama Merch
Kategori: Insan Pegiat Souvenir Oleh-oleh Gorontalo
Rahmat Unggo — Sanggar Seni Mo'opiya, Suwawa
Kategori: Insan Pelestari Musik Tradisional Gorontalo
Mukmin Badu — Harry & Mimin Homestay
Kategori: Insan Pelopor Tourist Experience
Tiga wisatawan mancanegara yang turut hadir pada acara tersebut bahkan diminta naik ke panggung untuk memberikan komentar singkat. Mereka menyampaikan kekaguman atas kekayaan budaya, keramahan masyarakat, dan potensi pariwisata Gorontalo.
Kepala Dinas menilai apresiasi tersebut sebagai bukti bahwa Gorontalo memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan daerah lain. “Gorontalo sangat kaya dan mampu memajukan pariwisata jika kita punya kesadaran bersama,” tegasnya. (wan)