Go-Pena Baner

Monday, 12 January, 2026

Dari Seminar Akhir Penelitian, Bappeda Siapkan Kebijakan Implementatif, Usahatani Jagung Kini Berbasis Konservasi

Responsive image
FOTO BERSAMA stakeholder usai kegiatan seminar akhir penelitian. Kamis (20/11/2025)

PEMPROV – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo melaksanakan Seminar Akhir Kajian Potensi dan Dampak Sistem Usahatani Konservasi (SUT) Jagung di Lahan Miring, Kamis, 20 November 2025, bertempat di Living Lab Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Bappeda Provinsi Gorontalo dengan Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Ichsan Gorontalo, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertanian berkelanjutan di wilayah perbukitan yang rentan erosi.
Seminar ini memaparkan hasil riset tim peneliti yang terdiri dari Dr. Zulham Sirajuddin, Ferdyansyah Hasan, SP, M.Si, Ivana Butolo, SE, MP, dan Gema Putra Baculu, ST, MPA. Kajian tersebut menyoroti potensi penerapan sistem konservasi melalui pembuatan guludan dan pemanfaatan tanaman penguat teras seperti rumput odot, yang dinilai mampu menekan laju erosi sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi petani .
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo, Titi Datau, disampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar forum pemaparan hasil riset, tetapi juga menjadi ruang penyempurnaan rekomendasi kebijakan yang bersifat implementatif.
“Mulai tahun ini, Bappeda diarahkan untuk melaksanakan kajian yang tidak hanya menghasilkan laporan, tetapi juga policy brief yang aplikatif. Hasil kajian ini akan ditindaklanjuti dalam dokumen perencanaan daerah dan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan,” ungkap Titi Datau.
Ia juga menegaskan bahwa kajian ini sejalan dengan arahan Gubernur Gorontalo agar riset yang dilakukan pemerintah daerah bersifat solutif dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan, khususnya pada lahan miring yang mendominasi area pertanaman jagung di Gorontalo.
Dalam pemaparan hasil penelitian, tim juga mengungkap efektivitas penggunaan biochar dari limbah tongkol jagung yang terbukti mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, meningkatkan porositas, retensi air, serta ketersediaan unsur hara NPK, sehingga mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi pemupukan .
Hadir dalam kegiatan ini pimpinan OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, akademisi, komunitas petani, serta tim teknis Bappeda. Para peserta juga diajak meninjau langsung lokasi demplot sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik lapangan.
Melalui seminar ini, diharapkan penerapan sistem usahatani konservasi jagung dapat diperluas melalui penguatan demplot, pemberian insentif pertanian, serta sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di Provinsi Gorontalo. (Wan)
 


Share