Go-Pena Baner

Wednesday, 25 February, 2026

Wagub Idah Respons Keluhan Warga Soal Menu MBG Ramadhan, Ingatkan Masa Kedaluwarsa Roti

Responsive image
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah RH, saat diwawancarai usai kegiatan refleksi satu tahun kepemimpinan Gusnar - Idah. Selasa (24/02/2026). (Foto : Go-Pena)

PEMPROV - Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, memberikan respons terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan selama bulan suci Ramadhan.

Keluhan tersebut ramai disampaikan para orang tua melalui media sosial, mulai dari porsi makanan hingga kesesuaian menu dengan anggaran yang ada. Idah mengaku telah memantau langsung berbagai postingan dan masukan dari masyarakat.

“Saya sudah lihat berbagai keluhan dari orang tua terhadap MBG di Bulan Suci Ramadhan, banyak posting menu-menu MBG, ada yang bilang tidak sesuai dengan harga, dan lainnya,” ujar Idah Syahidah saat diwawancarai usai kegiatan refleksi kepemimpinan Gusnar–Idah, Selasa (24/2).

Menurut Idah, perbedaan porsi makanan antara siswa SD, SMP dan SMA merupakan hal yang wajar karena disesuaikan dengan kebutuhan gizi berdasarkan usia. Namun demikian, ia menegaskan ada sejumlah catatan penting yang harus menjadi perhatian Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG), khususnya terkait kualitas bahan makanan.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah menu roti yang dibagikan kepada siswa.

“Saya memberikan peringatan kepada SPPG, terutama menu roti yang disajikan. Itu harus memperhatikan masa expire-nya, jangan kasih ke siswa yang sehari akan expire. Misalnya hari ini tanggal 24 Februari, jangan kasih ke siswa yang ekspirenya tanggal 25, itu rawan akan berjamur. Harus kasih ke siswa roti yang baru lagi,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan kualitas pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG, terlebih di bulan Ramadhan di mana kondisi fisik siswa juga perlu dijaga dengan baik.

Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah memastikan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan pemerintah, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara optimal dan berkelanjutan.

“Insya Allah kita akan terus pantau. Program ini untuk anak-anak kita, jadi harus dipastikan kualitasnya baik dan layak dikonsumsi,” tutupnya. (wan)


Share