GORONTALO - Bukan hanya mengatur penggunaan di lingkungan sekolah, SMP Negeri 6 Kota Gorontalo juga melibatkan orang tua dalam mengendalikan dampak negatif handphone bagi pelajar. Langkah ini diambil mengingat penggunaan Hanphone (Hp) yang sudah dianggap mengkhawatirkan dan memicu berbagai masalah, mulai dari penurunan konsentrasi hingga risiko akses konten berbahaya.
Kepala Sekolah SMP 6 Gorontalo, La Ode Mohamad Zulkarnain, menjelaskan selain menyusun aturan di sekolah, pihaknya akan menindaklanjuti instruksi pemerintah daerah terkait program "Satu Jam Tanpa HP". Program ini mengajak orang tua meluangkan waktu satu jam setiap hari bersama anak di rumah tanpa memegang gawai, guna memperbaiki komunikasi yang dinilai sudah menurun drastis.
"Fenomena ini sudah sangat mengganggu. Efek dominonya luas, selain fokus belajar berkurang, ada risiko anak mengakses konten tidak pantas atau terlibat perundungan. Keterlibatan orang tua sangat penting, karena pengawasan tidak bisa hanya dilakukan di sekolah saja," ujar La Ode saat diwawancarai, Senin (11/5/2026).
La Ode menegaskan kebijakan pembatasan ini tidak bermaksud meniadakan fungsi teknologi. Bahkan ia mengungkapkan kalau saat ini siswa kelas 9 justru menggunakan HP untuk ujian berbasis IT. Pengaturan dibuat agar teknologi digunakan pada tempat dan waktu yang tepat, bukan untuk hal yang merugikan.
"Kami akan susun laporan pelaksanaan program ini. Insyaallah, seluruh upaya pengaturan ini segera dijalankan demi menjaga perkembangan dan masa depan siswa dari dampak buruk yang mengancam," pungkasnya. (Fajri)