GORONTALO — Dalam rangka mendukung dan mensukseskan program dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahida RH di bidang pariwisata, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Seminar Hasil Kajian dengan tema pariwisata yang mengangkat judul “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo”. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama penelitian dengan Universitas Bina Taruna Gorontalo, Senin (24/11/2025)
Materi kajian pariwisata disampaikan langsung oleh Tenaga Ahli sekaligus peneliti dari Universitas Bina Taruna Gorontalo, Muh. Fakhri Jamaluddin, S.P.W, M.Par., IAP, dan tim peneliti Mahyudin Humalanggi, Dalam paparannya, Fakhri menekankan pentingnya pengelolaan ruang destinasi yang berorientasi pada potensi lokal, penguatan daya tarik wisata, serta kepastian arah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Fakhri juga menyoroti perlunya penyusunan kebutuhan ruang yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan tata kelola, daya dukung lingkungan, dan peningkatan kualitas SDM. “Destinasi pariwisata tidak dapat berkembang hanya dengan infrastruktur. Harus ada pemahaman, pendampingan teknis, serta pemetaan potensi yang tepat agar pengembangan berjalan efektif,” jelasnya.
Seminar tersebut turut mendapat perhatian dari Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, yang memberikan sambutan penutupan. Ia menegaskan bahwa hasil kajian ini merupakan kajian implementatif, dengan rekomendasi yang dapat langsung diterjemahkan ke dalam program pemerintah.
“Kami merasa sangat terbantu. Dengan anggaran riset yang tidak besar, para peneliti mampu memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan. Ke depan, kajian seperti ini tidak boleh berhenti di sini. Kami berharap ada rekomendasi konkrit berupa daftar program yang bisa langsung kami jalankan,” ujar Wahyudin.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak hanya membutuhkan dokumen riset, tetapi juga pendampingan lanjutan dari para peneliti. “Jika perlu, para peneliti bisa kami minta sebagai narasumber untuk melanjutkan detail teknis, agar pengembangan pariwisata tidak hanya membangun infrastruktur tanpa dukungan pemahaman pengelolaan,” tambahnya. (Wan)