GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, melontarkan tantangan bersejarah kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo untuk berani maju sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah.
Tantangan tersebut disampaikan dalam forum kuliah ba’da subuh yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Ahad (29/3/2026). Di hadapan jajaran pimpinan Muhammadiyah, Gubernur menegaskan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki kapasitas, semangat, serta dukungan infrastruktur yang memadai untuk menyelenggarakan agenda nasional berskala besar.
Pernyataan itu juga menjadi respons atas laporan Ketua PWM Gorontalo, Sabhara Karim Ngou, terkait batalnya Gorontalo menjadi tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 yang sebelumnya telah dipersiapkan secara matang.
“Kalau Tanwir saja pernah siap, kenapa tidak sekalian kita dorong untuk Muktamar? Ini tantangan sekaligus peluang besar bagi Muhammadiyah Gorontalo untuk menunjukkan kapasitasnya,” tegas Gusnar, yang disambut antusias para pengurus dan jamaah.
Menanggapi hal tersebut, Sabhara Karim Ngou menyatakan bahwa PWM Gorontalo menyambut baik dorongan dari Gubernur. Ia menegaskan pihaknya akan segera melakukan kajian internal serta berkoordinasi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Tantangan Bapak Gubernur ini menjadi energi baru bagi kami. PWM akan mengkaji secara serius peluang Gorontalo untuk maju sebagai tuan rumah Muktamar pada periode mendatang,” ujarnya.
Kegiatan kuliah ba’da subuh itu ditutup dengan penyerahan hibah sebesar Rp100 juta kepada PWM Gorontalo. Selain itu, Universitas Muhammadiyah Gorontalo juga menerima hibah Rp100 juta yang bersumber dari aspirasi Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Anas Jusuf.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari warga Muhammadiyah Gorontalo yang hadir, sebagai bentuk perhatian nyata Pemerintah Provinsi dalam memperkuat peran organisasi keagamaan dan pendidikan di daerah. (*)