GORONTALO – Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap organisasi pendidikan untuk tetap relevan dan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Prof. Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I., Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG), saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat bertajuk "Adaptasi, Transformasi dan Keberlanjutan Organisasi di Era Digital: Pembahasan Lintas Disiplin Keilmuan", Sabtu (25/7/2026).
Seminar yang berlangsung secara daring mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB itu diselenggarakan oleh Cendekia Publishing bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan enam akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas strategi adaptasi organisasi, transformasi digital, serta penguatan keberlanjutan melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Para narasumber yang tampil dalam seminar nasional tersebut yakni Dr. Ir. Hendy Tannady, MT., MM., MBA., MA. dari Universitas Esa Unggul, Herman Jelatu, S.E., M.M., CPS. dari Institut Teknologi dan Bisnis Karya Pembangunan Papua, Prof. Dr. Novianty Djafri, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Roy Setiawan, S.Kom., M.M., M.SM., M.Th. dari Universitas Kristen Petra, Willy Nurhayadi, S.E., M.Ak. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Fitria Khasanah, M.Pd. dari Universitas Wisnuwardhana Malang.

Dalam pemaparannya yang mengangkat materi "Adaptasi, Transformasi dan Keberlanjutan Organisasi di Era Digital: Pembahasan Lintas Disiplin Keilmuan (Manajemen Pendidikan)", Prof. Novianty menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, tetapi juga mencakup perubahan budaya organisasi, sistem manajemen, kepemimpinan, hingga tata kelola kelembagaan agar mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, organisasi pendidikan harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan digital, melakukan transformasi secara menyeluruh pada sistem operasional dan budaya kerja, serta menjaga keberlanjutan organisasi melalui inovasi yang berkesinambungan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama agar institusi pendidikan tetap mampu bersaing dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Prof. Novianty juga menyoroti pentingnya kepemimpinan digital dalam mengarahkan perubahan organisasi. Ia menilai pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Learning Management System (LMS), Big Data Analytics, serta Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMP) harus dibarengi dengan perubahan pola pikir seluruh sumber daya manusia agar transformasi berjalan efektif.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keberhasilan transformasi digital perlu diukur melalui sistem evaluasi yang komprehensif dengan enam indikator utama, yakni Input, Process, Output, Outcome, Impact, dan Benefit. Kerangka evaluasi tersebut dinilai mampu mengukur sejauh mana kebijakan maupun program pendidikan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, institusi, hingga masyarakat luas.
Selain membahas aspek manajerial, Prof. Novianty turut menekankan pentingnya pengembangan produk riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan literasi digital, penguatan kapasitas guru, pendampingan sekolah, pengembangan sistem informasi pendidikan, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan inovasi yang berdampak luas.
Mengakhiri paparannya, Prof. Novianty menegaskan bahwa transformasi digital harus dipandang sebagai strategi jangka panjang dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Ia berharap seluruh institusi pendidikan terus memperkuat literasi digital sumber daya manusianya, membangun sistem evaluasi berbasis data, serta memperluas kolaborasi lintas disiplin agar mampu menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan.