Go-Pena Baner

Monday, 20 April, 2026

Pesan Wagub di Validasi Data HIV/AIDS 2026, KPA Gorontalo Harus Fokus Telusuri ODHIV Hilang dan Edukasi Masyarakat

Responsive image
Foto bersama kegiatan validasi data penemuan kasus dan pengobatan HIV/AIDS serta penelusuran Orang dengan HIV (ODHIV). Senin (20/04/2026).

Gorontalo – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan validasi data penemuan kasus dan pengobatan HIV/AIDS serta penelusuran Orang dengan HIV (ODHIV) yang hilang dari layanan pada Semester I Tahun 2026 di Yulia Hotel Gorontalo, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menitikberatkan pada dua hal krusial, yakni menemukan kasus HIV yang belum terdeteksi serta menelusuri kembali ODHIV yang sebelumnya sudah tercatat namun tidak lagi aktif dalam layanan pengobatan.
Sekretaris KPA Provinsi Gorontalo, Prof. Evi Hulukati, menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukan hanya menemukan kasus baru, tetapi juga memastikan pasien yang sudah terdata tetap dalam pengawasan dan pengobatan.
“Yang paling krusial adalah bagaimana kita menemukan orang yang sudah dinyatakan positif, tetapi saat ini tidak diketahui keberadaannya. Jangan sampai yang sudah pernah kita temukan justru hilang dari pemantauan. Ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus HIV/AIDS,” ujar Evi.


Ia juga mengingatkan adanya ancaman serius, termasuk perilaku berisiko yang dapat memperluas penyebaran HIV, bahkan menyasar kelompok rentan seperti anak-anak. Karena itu, penanganan tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan semata.
“Kalau hanya sektor kesehatan yang bergerak, tidak akan tuntas. Perlu keterlibatan serius dari sektor pendidikan dan keagamaan sebagai garda terdepan pencegahan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Soelaeman, menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, dari ancaman penyebaran HIV/AIDS.
Menurutnya, saat ini anak-anak tidak sepenuhnya berada dalam kondisi aman, mengingat adanya potensi predator yang memanfaatkan situasi untuk menyebarkan penyakit melalui perilaku menyimpang.
“Ini menjadi perhatian serius. Anak-anak kita harus dilindungi. Pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan tokoh agama,” ujar Yana menyampaikan pesan Wakil Gubernur.


Ia juga menegaskan bahwa pengendalian HIV/AIDS membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tersedianya data HIV/AIDS yang lebih valid dan akurat, meningkatnya jumlah ODHIV yang kembali mengakses layanan pengobatan, serta tersusunnya langkah strategis untuk menekan angka kasus di Provinsi Gorontalo. (*) 


Share