GORONTALO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo terus mengintensifkan upaya pencegahan HIV melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan edukasi dan pemeriksaan HIV bagi tenaga pendidik digelar pada Rabu, 15 April 2026, di Ruang Dewan Guru SMA Negeri 1 Boliyohuto.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Kerja dan Kegiatan KPA Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2026, serta tindak lanjut dari Surat Rekomendasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo terkait pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan HIV bagi staf dewan guru dan tata usaha di SMA dan SMK se-Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan data KPA, total kasus HIV di Provinsi Gorontalo sejak tahun 2001 hingga 2025 telah mencapai 1.455 kasus, dengan 374 kasus meninggal dunia dan 739 orang masih menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Dari jumlah tersebut, tercatat 21 kasus berasal dari kalangan dosen/guru, serta 153 kasus dari siswa/mahasiswa.
Wakil Gubernur Gorontalo selaku Ketua Pelaksana KPA Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan pentingnya percepatan langkah pencegahan, khususnya di kalangan usia muda.
“Kita tidak bisa lagi menunda upaya pencegahan HIV, terutama di kalangan usia muda. Data saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia 15 hingga 25 tahun menjadi salah satu yang paling rentan tertular. Karena itu, keterlibatan tenaga pendidik menjadi sangat penting. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga penjaga nilai dan perilaku generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi yang tepat di lingkungan sekolah akan menjadi benteng awal dalam mencegah penyebaran virus HIV-AIDS, sekaligus memastikan penanganan dilakukan secara serius, terarah, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris KPA Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Evi Hulukati, menegaskan bahwa pendekatan berbasis sekolah menjadi strategi kunci dalam pencegahan HIV di daerah.
“Kami melihat sekolah sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran sejak dini. Edukasi kepada guru adalah langkah awal, karena mereka akan menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada siswa. Dengan pemahaman yang tepat, stigma dapat ditekan dan pencegahan bisa lebih efektif,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 26 orang staf dewan guru dan tata usaha, yang juga diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan status HIV secara sukarela.
Kepala SMA Negeri 1 Boliyohuto, Irwan Potale, M.Pd, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Sekolah memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda. Melalui edukasi HIV yang tepat, kami ingin memastikan siswa memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga diri sejak dini,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Febri, juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai penguatan bagi para guru.
“Kegiatan ini menjadi penguatan bagi kami guru-guru untuk lebih aktif mengedukasi siswa tentang HIV dan perilaku hidup sehat, sehingga mereka dapat membuat pilihan yang lebih aman di masa depan,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim KPA Provinsi Gorontalo menurunkan Ketua Tim Asistensi Nur Sy. Bone, Penanggung Jawab Program Franky Adam sebagai narasumber, serta tim pendukung yang terdiri dari Yeyen Lestari, Dian Jumiati, dan Firda Riyanti.
Melalui kegiatan ini, KPA Provinsi Gorontalo berharap edukasi HIV dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, guna menekan angka penularan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan HIV-AIDS sejak dini. (*)